Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Unik di Pura Pucak Padang Dawa, Tabanan, Bali: Tapakan dari Berbagai Kabupaten Hadiri Piodalan

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 7 September 2023 | 01:51 WIB
Puluhan tapakan dari berbagai tempat di Bali datang saat piodalan di Pura Pucak Padang Dawa di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, Bali.
Puluhan tapakan dari berbagai tempat di Bali datang saat piodalan di Pura Pucak Padang Dawa di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS - Pura Pucak Padang Dawa, yang terletak di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi pusat perhatian pada Hari Rabu Kliwon Wuku Pahang, juga dikenal sebagai Buda Kliwon Pegat Uwakan.

Hari ini, Rabu 6 September 2023, adalah akhir dari serangkaian upacara Galungan bagi Umat Hindu di Bali, dan juga merupakan hari piodalan di pura ini.

Ternyata, di Pura ini terdapat sebuah tradisi unik yang membedakannya dari tempat ibadah lainnya. Setiap piodalan nadi (yang berlangsung setahun sekali), Pura Pucak Padang Dawa selalu dihadiri oleh tapakan-tapakan dari berbagai Kabupaten di Bali, termasuk Jembrana, Gianyar, Badung, dan Bangli.

Made Adiyasa, Perbekel Desa Bangli, menjelaskan bahwa kehadiran puluhan Tapakan dari berbagai Kabupaten di Bali ke Pura ini adalah tradisi turun-temurun.

Mereka datang untuk meminta pasupati atau energi niskala, yang akan menghidupkan jiwa pratima (patung suci) dan membuatnya kembali hidup saat piodalan.

"Sejak kapan tradisi ini dimulai, saya tidak tahu. Yang pasti, ini adalah warisan nenek moyang yang kami terima dan hingga kini tetap berjalan," jelasnya pada Rabu (6/9).

Untuk piodalan kali ini, Adiyasa melanjutkan, para Tapakan telah datang sejak Rabu pagi. Hingga sore hari, jumlah Tapakan yang telah datang mencapai 42 orang dari empat Kabupaten di Bali. Adiyasa juga menyatakan bahwa jumlah Tapakan ini diperkirakan akan bertambah menjadi 50 orang.

Adiyasa mengungkapkan bahwa rangkaian piodalan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Hari Jumat mendatang.

"Penyineban (penutupan rangkaian piodalan) akan dilakukan pada hari Sabtu mendatang. Setelah itu, Ida Betara akan kembali ke genah (tempat asalnya) masing-masing," tambahnya.

Pada puncak piodalan, yang berlangsung pada Rabu (6/9), rangkaian acara dimulai dengan upacara pesucian di Beji Pucak Padang Dawa. Kemudian, di malam hari, pukul 20.00 Wita, dilakukan rangkaian Pujawali, yang diikuti oleh prosesi mesolah dan pasupati hingga tengah malam.

"Karena piodalannya berlangsung selama tiga hari dan ada Tapakan yang datang dan pergi, aktivitas wali di pura akan terus berlanjut hingga Jumat nanti," tambah Adiyasa.

Tradisi unik ini menunjukkan keberagaman budaya dan keagamaan yang kaya di Bali, di mana berbagai Kabupaten berpartisipasi dalam merayakan hari piodalan ini di Pura Pucak Padang Dawa.

TANGGUNG AMANAH: Kepala Satpol PP Sampang Suryanto (kiri) mengukuhkan anggota Satlinmas Desa Taman, Kecamatan Sreseh, Rabu (6/9). (SATPOL PP UNTUK JPRM)
TANGGUNG AMANAH: Kepala Satpol PP Sampang Suryanto (kiri) mengukuhkan anggota Satlinmas Desa Taman, Kecamatan Sreseh, Rabu (6/9). (SATPOL PP UNTUK JPRM)
Editor : I Putu Suyatra
#sesuhunan #bali #hindu #pura #galungan #barong #tabanan