BADUNG, BALI EXPRESS - Sebuah video yang diduga diambil menggunakan drone viral di media sosial. Dalam video tersebut pun menunjukkan adanya retakan pada tebing tepat di bawah Pura Luhur Uluwatu.
Foto dan video yang beredar di media sosial tersebut retakan yang cukup besar. Tentunya hal ini cukup menhawatirkan bagi masyarakat Bali, terlebih Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Khayangan.
Adanya foto dan video yang menunjukkan retakan tebing tersebut pun dibenarkan oleh Pengempon Pura Luhur Uluwatu I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau akrab disapa Turah Joko, saat dikonfirmai Sabtu 9 September 2023.
Baca Juga: Terkait Wanita Bacaleg “Serang” Rocky Gerung, Ini Kata Sekjen PDIP
Turah Joko menerangkan, telah dilakukan upaya antisipasi terkait adanya keretakan tebing tersebut. Bahkan hal ini sudah dirancang sejak lama, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Sepertinya (keretakan) sudah dari dulu. Kemudian di tahun 1992 tiang bersama pengelingsir di Puri melihat adanya penurunan tebing,” ujarnya.
Menurutnya, antisipasi keretakan semakin parah dilakukan dengan membatasi pemedek yang akan sembahyang di Pura Uluwatu. Seperti dengan cara melaksanakan persembahyangan di Madya Mandala.
Upaya antisipasi ini pun telah dilakukan sejak pertama kali ditemukan adanya penurunan tebing.
“Jadi saat adanya pujawali di Pura Luhur Uluwatu persembahyangannya digeser di Madya Mandala,” ujar Pengelingsir Puri Agung Jrokuta tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah beban di Utamaning Mandala Pura Uluwatu. Namun ia menyatakan para pemedek atau masyarakat tetap dapat melaksanakan persembahyangan di Utamaning Mandala.
“Di Utamaning Mandala tetap ada persembahyangan tetapi jumlahnya dibatasi maksimal 30-35 orang,” ucapnya.
Sementara itu untuk melakukan penanganan terhadap retakan di tebing Pura Uluwatu, Turah Joko mengungkapkan Pemkab Badung sempat melakukan penganggaran. Bahkan anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp 29 miliar.
Baca Juga: Bali United Antisipasi Lawan Kuat Terengganu FC di AFC Cup 2023/2024
“Itu kalau tidak salah pada tahun 2019 atau 2020. Tapi bagaiaman prosesnya, kemudian adanya pandemi Covid-19, jadi tertunda,” jelasnya.
Lebih lanjut ia berharap dari viralnya kondisi tebing di Pura Uluwatu, pemerintah dapat diingatkan kembali terkait upaya penanganan yang dapat dilakukan. Apalagi Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Khayangan di Bali.
“Mudah-mudahan Pemkab Badung dapat melakukan penanganan. Kita juga doakan bersama agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Dan dapat kita jaga bersama Pura Uluwatu,” imbuhnya.
Editor : I Putu Suyatra