Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengungkap Sejarah Pura Agung Besakih, Tempat Suci Umat Hindu Terbesar di Bali

Putu Agus Adegrantika • Senin, 11 September 2023 | 11:00 WIB
Suasana Pura Agung Besakih yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali.
Suasana Pura Agung Besakih yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali.

BALI EXPRESS- Pura Agung Besakih merupakan pura pura terbesar di Bali. Lokasinya di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Kawasan suci Pura Agung Besakih kini telah ditata dengan baik, sehingga saat pelaksanaan karya yang digelar setiap setahun sekali pamedek bisa sembahyang dengan tertib.

Sejarah keberadaan Pura Agung Besakih yang berdiri di lereng Gunung Agung ini merupakan perjalanan Rsi Markandya.

Rsi Markandya merupakan seorang pendeta Hindu Siwa Tattwa yang berasal dari tanah India Selatan. Datang ke nusantara pada awal abad ke-8 Masehi di Gunung Dieng.

Sebagai seorang pertapa, Rsi Markandya menuju arah timur dan sampai di lereng Gunung Raung. 

Di tempat tersebut Rsi Markandya juga mendapatkan wahyu dan melihat sinar terang yang ada di arah timur. Lalu sampailah di Bali.

Dalam merambah hutan di lereng Gunung Agung, sebelumnya  Rsi Markandya bersama pengikutnya melakukan ritual.

Salah satunya menanam lima unsur logam atau panca datu bertujuan agar diberikan keselamatan dalam bekerja merambah hutan.

Kawasan itu pun diberikan nama menjadi Gunung Tohlangkir, dan menjadi Besuki sehingga disebut Besakih yang artinya selamat. 

Sehingga sejarah Pura Agung Besakih berkaitan dengan kedatangan Rsi Markandya ke Bali. Selain itu menjadi salah satu pura tua dan kuno di Pulau Bali.

Selain Pura Agung Besakih, terdapat seluruh pura yang berkaitan dengan garis keturunan di kawasan suci tersebut.

Masyarakat Bali menyebutnya dengan Pura Pedharman, di mana hari pelaksanaan piodalannya juga ada yang berbeda-beda.

Saat ini Pura Agung Besakih pun telah ditata, sehingga sangat cocok menjadi tujuan wisata religi, tentunya dengan mengenakan pakaian ke pura dan berperilaku sopan.

Sedangkan untuk pelaksanaan karya atau piodalan di Pura Agung Besakih, tepat pada Purnama Kedasa yang disebut Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #hindu #Pura Agung Besakih