BALI EXPRESS - Pura Puncak Penulisan, terletak di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, adalah tempat suci yang melambangkan warisan megalitikum dan memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Hindu Bali, yang dikenal sebagai Gebog Domas dengan sekitar 30 desa adat yang mengikutinya.
Akses ke Pura Puncak Penulisan ini sangat mudah, berada di pinggir jalan Kintamani Kubutambahan dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Denpasar, baik menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Berada di daerah pegunungan, Pura Puncak Penulisan menawarkan suasana sejuk dan hening, membuatnya cocok untuk ritual tapa brata semadi dan peningkatan spiritual.
Terletak di ketinggian 1.745 meter di atas permukaan laut, pura ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dan asri.
Pura Puncak Penulisan memiliki fitur unik, termasuk banyak lingga berpasangan dan ratusan lingga tak berpasangan, yang merupakan perwujudan Dewa Siwa.
Terdapat pula batu berhiaskan Bulan dan Matahari yang dianggap sebagai sebuah perwujudan Bhatara Brahma, miniatur candi sebagai simbol gunung tempat bersemayamnya para Dewa, dan lain sebagainya.
Bahkan, di pura ini juga dilaksanakan upacara Pengurip Jagad Bali Kabeh.
Upacara ini adalah upacara yang diadakan setiap 700 tahun sekali dengan salah satu ritual utamanya adalah Kebo Roras, yaitu prosesi menanam kerbau sebanyak 12 ekor tepat di tengah-tengah halaman Pura Puncak Penulisan.
Keunikan lain adalah adanya sumber mata air yang berada di utama mandala, di salah satu gedong pura.
Dan hanya Jro Kubayan saja lah yang diperkenankan memasuki gedong yang sangat sakral itu.
“Sumber mata air ini sangat sakral. Tidak boleh ada yang memasuki areal gedong, kecuali Jro Kubayan,” Ketua Pengurus Pura Puncak Penulisan, kata Wayan Jasa.
Ketika ada proses pujawali, mulai dari perencanaan, proses, pelaksanaan dan penutupan dipimpin dan diselesaikan oleh Linggih Dane Jro Kubayan dan diiringi oleh Jro Paduluan lainnya.
“Pura ini diempon sebanyak 30 desa Adat, yang tercakup jadi gebog domas penyungsung pura pucak penulisan. Serta ada 26 desa dinas atau perbekelan yang menjadi penyungsung. Dimana desa dinas sukawana sebagai pemucuk utama karena pura ini berada di wilayah Banjar Kuta Dalem Desa Sukawana,” katanya.
Pura ini merupakan peninggalan bersejarah Bali asli dan memiliki nilai agama, budaya, dan sejarah yang tinggi.
Terdiri dari lima komplek pura, termasuk Pura Dana, Pura Taman Dana, Pura Ratu Penyarikan, Puri Daha, dan Pura Panarajon. Selain dikenal sebagai Pura Puncak Penulisan, tempat suci ini juga sering disebut sebagai Pura Tegeh atau Pura Pamojan. Fungsi utamanya tetap sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa.
Pura ini diyakini sebagai peninggalan raja-raja Bali kuno, yang statusnya adalah tempat pemujaan roh leluhur para raja yang pernah berkuasa di Bali.
Meskipun tidak ada informasi pasti mengenai siapa dan kapan pura ini dibangun, penelitian arkeologi mengindikasikan bahwa pembangunan dimulai pada tahun 300 Masehi pada zaman perunggu dan berlanjut hingga abad ke-10, menjelang berakhirnya kekuasaan Majapahit pada tahun 1343 Masehi.
Editor : I Putu Suyatra