Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Upacara Menanam Ari-Ari dalam Hindu Bali: Makna Catur Sanak dan Ritual Khusus

I Putu Suyatra • Senin, 18 September 2023 | 20:17 WIB
ARI-ARI : Menanam ari-ari salah satu ritual memuliakan Nyama Pat
ARI-ARI : Menanam ari-ari salah satu ritual memuliakan Nyama Pat

TABANAN, BALI EXPRESS - Dalam ajaran agama Hindu Bali, lahirnya seorang bayi tidaklah hanya sebuah peristiwa biasa. Bayi tersebut memiliki empat saudara yang mendampinginya, yang dikenal sebagai Catur Sanak. Oleh karena itu, diadakanlah sebuah ritual khusus yang disebut "Menanam Ari-Ari" saat bayi baru lahir.

Hal tersebut diungkapkan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Ni Made Ayu Suniari, Senin (18/9).

“Tujuan yang terkandung pada upacara saat bayi baru lahir yaitu ari-ari merupakan bagian dari kehidupan sang bayi yang merupakan personifikasi dari Sang Catur Sanak,” katanya.

Ari-ari, kata dia, memiliki makna yang mendalam sebagai simbol dari Catur Sanak, yang terdiri dari Sang Anta Preta, Sang Kala, Sang Bhuta, dan Sang Dengen.

Masing-masing memiliki peran penting dalam perjalanan kehidupan sang bayi.

Berikut penjelasannya:

1.  Sang Anta Preta: Sang Anta Preta adalah sebutan untuk air ketuban atau yeh nyom, yang melambangkan saudara tertua dari sang bayi. Air ketuban berfungsi sebagai perantara yang membawa bayi ke dunia ini.

2.  Sang Kala: Sang Kala merujuk pada darah yang keluar saat proses melahirkan. Darah ini merupakan sumber energi bagi bayi, memungkinkannya untuk bergerak aktif menuju kelahiran.

3.  Sang Bhuta: Sang Bhuta adalah sebutan untuk selaput ari atau lamas yang melindungi tubuh bayi. Selaput ini berperan sebagai penyeimbang suhu udara sebelum dan saat kelahiran, juga sebagai pelumas saat bayi lahir.

4.  Sang Dengen: Sang Dengen adalah sebutan untuk ari-ari atau placenta yang ikut keluar bersama bayi. Ari-ari memiliki peran penting dalam menyediakan nutrisi bagi pertumbuhan bayi dalam kandungan serta menjaga suhu tubuh bayi.

Upacara Menanam Ari-Ari ini bertujuan untuk mengakui bahwa ari-ari adalah bagian integral dari kehidupan sang bayi dan merupakan perwujudan dari Catur Sanak.

Dalam upacara ini, terdapat tiga tujuan utama:

1.  Medha-jnana: Upacara ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan anak. Bayi diberi madu dan minyak susu, sementara ayahnya mengucapkan mantra Gayatri di telinga kiri bayi. Madu dan minyak susu menjadi simbol kecerdasan, kecantikan, dan kesehatan.

2.  Ayusya: Upacara ini bertujuan untuk memberikan umur panjang kepada bayi. Ayah bayi mengucapkan mantra di telinga kanan bayi, memohon kepada Tuhan agar bayi dianugerahi umur yang panjang.

3.  Kekuatan dan Perlindungan: Melalui pengucapan mantra-mantra khusus, orang tua memohon kepada Tuhan untuk memberikan kekuatan dan perlindungan kepada bayi mereka. Mantra menanam ari-ari adalah: Anggad-anggad sabhawasi hrdayadadhijayase, atma wai putranabashi sajiwa saradah satam, asma bhawa parasurbhawa hiranyamasrtam bhawa. Artinya: jadikanlah sekuat batu, jadikanlah sekuat besi baja, jadikanlah sekuat emas, anak kami, ya Tuhan, semoga menganugerahi kehidupan. 

Dalam ajaran agama Hindu Bali, upacara Menanam Ari-Ari adalah salah satu momen penting yang mengikuti kelahiran seorang bayi, membawa makna mendalam dan harapan bagi masa depannya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Ari-Ari #Catur sanak #hindu #makna #mantra