Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejumlah Tempat Suci Ini Juga Termasuk Pura Luhuring Ambal Ambal Kawasan Besakih

I Putu Mardika • Sabtu, 23 September 2023 | 15:59 WIB
LUHURING AMBAL AMBAL: Pura Luhuring Ambal Ambal yang terdiri dari tujuh mandala sebagai lambang dari Sapta Loka.
LUHURING AMBAL AMBAL: Pura Luhuring Ambal Ambal yang terdiri dari tujuh mandala sebagai lambang dari Sapta Loka.

BALI EXPRESS - Pura Penataran Agung Besakih merupakan kompleks Pura Besakih yang paling central dan utama di Pura Besakih.

Pura Penataran Agung Besakih juga termasuk Pura Luhuring Ambal Ambal yang terdiri dari tujuh mandala sebagai lambang dari Sapta Loka.

Dilihat dari struktur pura, Pura Penataran Agung Besakih terdapat banyak pelinggih, akan tetapi pelinggih utama dari komplek Pura Penataran Agung Besakih, yaitu pelinggih Padma Tiga.

Secara umum keberadaan Pura Penataran Agung difungsikan sebagai tempat, sthana atau linggih dari Hyang Siwa.

Khusus di Padma Tiga sebagai pelinggih utama, menurut Jero Mangku Penataran Agung, pujawali dilakukan setiap Purnamaning Sasih Kapat.

Upacara ini sering disebut dengan Ngusaba Kapat.

Umat Hindu dari berbagai daerah dan kalangan datang ke Pura Penataran Agung untuk menghaturkan bhakti kepada Tuhan dengan aspeknya sebagai Sang Hyang Tri Purusa.

“Pura Penataran Agung Besakih, tidak akan dapat dipisahkan dari aktivitas sosial, sebab Pura Penataran Agung merupakan pusat pura di Bali yang wajib didatangi umat Hindu untuk menghaturkan persembahyangan,” katanya.

Pura Peninjoan juga termasuk dalam komplek Pura Besakih.

Pura Peninjoan berada di barat laut. Jaraknya kurang lebih satu kilo meter dari Pura Penataran Agung.

Pura Peninjoan berada di atas bukit. Dari pura ini hampir seluruh wilayah Pulau Bali dapat dilihat.

Konon dari tempat tersebut Mpu Kuturan, pada abad ke-11 Masehi, meninjau keadaan Pura Besakih.

Baca Juga: Ketahui Ramalan Zodiak Aries Hari Ini Sabtu 23 September 2023: Sikap Baik Hadirkan Keberuntungan dan Kesehatan

Peninjauan Mpu Kuturan tersebut untuk mendapatkan inspirasi dan data dalam rangka merencanakan penyempurnaan dan perluasan kompleks Pura Besakih.

Kemudian, atas jasa Mpu Kuturan dalam hal memperluas dan menyempurnakan Pura Besakih, maka di tempat Mpu Kuturan mengamati Pura Besakih didirikan bangunan pura dengan nama Pura Peninjoan.

Jero Mangku Pejengan menjelaskan, setiap piodalan banyak umat datang menghaturkan persembahyangan kepada roh suci Mpu Kuturan dan Dewa Sangkara. Banyaknya umat yang datang, berimplikasi pada tumbuhnya semangat kekeluargaan.

Selain itu, umat dapat saling berintraksi satu dengan yang lain serta memiliki tujuan sama untuk memohon waranugraha (anugrah).

Pada saat puja wali, berbagai kesenian terutama seni sakral juga dipentaskan sebagai pengiring upacara, sehingga konsep satyam, sivam dan sundaram ini dapat terwujud dengan baik

Pura Pengubengan adalah salah satu kompleks Pura Luhuring Ambal Ambal yang letaknya paling jauh dari Pura Penataran Agung Besakih.

Jarak Pura Pengubengan kurang labih satu setengah kilo meter dari Pura Penataran Agung Besakih.

Pura ini berada pada areal ketinggian, sehingga dapat melihat sebagian daerah di pulau Bali, terlebih lagi ketika cuaca mendukung.

Pura Pengubengan difungsikan sebagai tempat suci untuk memuja Naga Taksaka.

Menurut Jero Mangku Ngurah, Pura Pengubengan ini merupakan linggih atau sthana dari Ida Bethara Gunung Agung.

Di utama mandala atau halaman utama pura terdapat pelinggih utama, yaitu Meru tumpang solas atau sebelas. Kalau diperhatiakan, Meru tumpang sebelas memiliki pintu yang mengarah ke arah mata angin.

Pura Pengubengan sebagai sthana Naga dapat disimbolkan sebagai gerakan lapisan udara dan angkasa.

Udara adalah sangat penting bagi kehidupan, karena semua makhluk hidup membutuhkan udara untuk bernapas atau hidup.

Udara berada dalam ruang, dan udara ini yang memberikan daya hidup bagi dunia,

Pura Pengubengan juga sebagai hulunya banten pesaksi yang dihaturkan ke Surya saat ada upacara yadnya yang diselenggarakan di Bali, baik upacara besar ataupun kecil.

Di Pura Pengubengan inilah para dewa menyaksikan setiap upacara yadnya yang dilakukan di Pura Besakih yang dipimpin oleh para Pandita atau Rsi.

Pura Pengubengan sendiri adalah sebagai sebuah simbol angkasa tempat tinggalnya para dewa.

“Pura Pengubengan adalah simbol angkasa sebagai linggih para Dewata yang akan menyaksikan setiap prosesi yadnya yang dilakukan umat Hindu di Pura Besakih atau di Bali pada umumnya,” kata Mangku Ngurah.

Terakhir adalah Pura Tirtha yang merupakan bagian dari komplek Pura Luhuring Ambal Ambal yang letaknya sedikit tersembunyi dan jauh.

Pura Tirtha berjarak kurang lebih satu setengah kilo meter dari Pura Penataran Agung Besakih.

Pura Tirtha terletak di tepian sungai jauh di hulu, dan jalan untuk menuju pura tersebut sedikit terjal.

Untuk menuju pura tersebut, dari Pura Pengubengan turun ke bawah melalui jalan setapak kecil dan berjalan di bibir sungai.

Sungai ini  merupakan aliran lahar pada saat gunung Agung meletus.

Letusan Gunung Agung pada Agustus 1963 telah menghancurkan bangunan fisik Pura Tirtha. Namun sekarang sudah dibangun pelinggih yang baru.

Pemangku Pura Tirtha, Jero Mangku Darma menjelaskan, Pura Tirtha merupakan linggih atau stana Dewa Sambhu. Hal itu disesuaikan dengan konsep Pengiderin Bhuwana atau Dewata Nawa Sanga.

Dewa Sambhu adalah penguasa Bhuwana Agung atau alam makrocosmos, yaitu arah timur laut dengan senjata Trisula.

Kembali lagi dalam konsep Siwa Sidahanta di Bali, Dewa Sambhu adalah manifes Dewa Siwa sebagai penguasa arah mata angin timur laut.

Berdasarkan pada hal itu, Pura Tirtha selain difungsikan sebagai tempat nunas tirtha, juga difungsikan sebagai linggih dari Dewa Sambhu.

Pura Tirtha selain sebagai pemujaan Dewa Sambhu juga tempat mengambil air suci saat pujawali di Pura Besakih. Pura Tirtha  dapat difungsikan sebagai tempat orang untuk melakukan penglukatan atau pembersihan diri.

“Di bagian depan Pura Tirtha, tepatnya di nista mandala, terdapat bangunan khusus yang difungsikan untuk penglukatan atau pembersihan,” pungkasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#Pura Penataran Agung Besakih #besakih #hindu #Pura Tirtha #Pura Luhuring Ambal Ambal #Pura Pengubengan #sapta loka