Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu Bali: Ternyata Ini Makna Mandi di Sungai bagi Pengantin di Banjar Dentiyis Sukawati

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 28 September 2023 | 08:00 WIB
PENGANTIN : Pasangan pengantin baru di Banjar Dentiyis Desa Batuan Kecamatan Sukawati yang masih melestarikan tradisi mandi di sungai.
PENGANTIN : Pasangan pengantin baru di Banjar Dentiyis Desa Batuan Kecamatan Sukawati yang masih melestarikan tradisi mandi di sungai.

BALI EXPRESS - Banjar Dentiyis, Sukawati, Gianyar, kembali menghidupkan tradisi mandi di sungai bagi pasangan pengantin baru.

Tradisi ini sempat redup karena perkembangan zaman, tetapi kini dibangkitkan kembali.

Empat pasangan pengantin baru melangsungkan upacara pernikahan di Banjar Dentiyis pada Rabu (20/9) dan Jumat (22/9).

Dua dari pasangan ini memilih untuk menghidupkan kembali tradisi mandi sungai dalam pernikahan mereka, yaitu pasangan Wayan Eka Pratama - Ni Wayan Aristyani dan pasangan I Wayan Bastina - Ni Wayan Tryana Pertiwi.

Tradisi mandi sungai sudah mulai ditinggalkan oleh banyak pasangan pengantin baru, sebagian karena pertimbangan efisiensi waktu dan sebagian lainnya karena kondisi sungai yang tercemar.

Namun di Banjar Dentiyis, sungai tetap bersih dan aman untuk digunakan dalam tradisi mandi.

Jero Mangku Ketut Suandika menjelaskan, tradisi mandi sungai ini telah diwariskan turun-temurun berdasarkan kuna dresta.

Tradisi ini memiliki makna mendalam mengenai tahapan hidup dari Brahmacari menuju Grhasta Asrama.

Tujuannya adalah untuk membersihkan mempelai baik secara lahir maupun batin, dengan harapan mereka akan mendapat keturunan yang baik.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa seiring berjalannya waktu, ada perubahan dalam pelaksanaan tradisi ini.

Sebagai contoh, mempelai sekarang bisa membersihkan diri di kamar mandi atau bahkan melakukan ritual dengan menggunakan tirtha saja. Hindu di Bali cenderung fleksibel dalam menjalankan tradisi ini.

Jro Mangku berharap agar tradisi ini terus dilestarikan karena memiliki banyak makna, seperti saat mempelai pria menghanyutkan pakaiannya dan ditangkap oleh mempelai wanita, yang menggambarkan kesiapan mereka untuk memulai kehidupan berumah tangga.

Selain itu, pelestarian tradisi ini juga mengajarkan generasi muda untuk menjaga kebersihan sungai.

Dengan memelihara tradisi ini, Banjar Dentiyis Sukawati berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan budaya dan kebersihan lingkungan sekaligus.

Editor : Nyoman Suarna
#pengantin #hindu bali #mandi di sungai #sukawati #tradisi #banjar dentiyis