Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pentingnya Pemahaman tentang Agama Hindu bagi Dharmika setelah Sudi Wadani

I Putu Mardika • Minggu, 1 Oktober 2023 | 21:16 WIB
Puluhan dharmika mengikuti kegiatan pembinaan agama Hindu yang diselenggarakan oleh PHDI Kecamatan Buleleng, Minggu 1 Oktober 2023.
Puluhan dharmika mengikuti kegiatan pembinaan agama Hindu yang diselenggarakan oleh PHDI Kecamatan Buleleng, Minggu 1 Oktober 2023.

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Pemahaman keagamaan bagi para dharmika (umat yang pindah agama dan memeluk Hindu) setelah sudi wadani sering mengalami pasang surut.

Bahkan tidak jarang, kondisi ini diperparah dengan kasus perceraian setelah menjadi umat Hindu. Tak ingin memperparah kasus serupa, PHDI Kecamatan Buleleng menggelar pembinaan kepada dharmika setelah sudi wadani.

Tercatat sebanyak 35 dharmika mengikuti kegiatan pembinaan di Aula Kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja, pada Minggu 1 Oktober 2023.

Sebanyak dua orang narasumber dihadirkan. Mereka adalah Made Bagus Andi Purnomo yang memberikan materi Dasar-Dasar Agama Hindu, dan I Putu Mardika memaparkan materi Sejarah Agama Hindu.

Ketua PHDI Kecamatan Buleleng Nyoman Suardika menjelaskan, selama ini para dharmika sangat minim untuk mendapatkan pendampingan terkait pemahaman agama Hindu.

Tentu saja, ini akan berdampak terhadap sradha atau keyakinannya. Terlebih, sang suami jarang bisa memaksimalkan perannya sebagai pemimpin keluarga khususnya dalam peningkatan pemahaman keagamaan.

Suami semestinya menjadi contoh dalam penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga sering muncul persoalan, setelah sudi wadani setahun, banyak yang cerai. Tentu ini harus dicegah agar tidak kembali terjadi,” paparnya.

Prihatin akan hal itu, Suardika yang juga dosen di STAHN Mpu Kuturan langsung mengumpulkan para Ketua PHDI kelurahan/desa di Kecamatan Buleleng. Tujuannya untuk mendata para dharmika untuk diberikan pemahaman nilai agama.

“Acara ini juga dirangkaikan dengan workshop untuk membuat buku panduan pasca-sudi wadani agar bisa dijadikan panduan,” imbuhnya.

Selama ini ada sejumlah kendala yang ia alami dalam proses pendataan. Terlebih, ada beragam alasan yang membuat para dharmika tidak bisa maksimal dalam menghadiri kegiatan pembinaan dengan berbagai alasan.

“Kendalanya jelas banyak, setelah kami bersurat ke PHDI kelurahan desa bahwa sang dharmika ada yang bekerja, acara lain, sehingga kami turun gunung dan memberikan pemahaman,” ungkapnya.

“Ke depan, kami akan buat grup dan membuat pasraman khusus para dharmika, tidak lupa juga kami mendapatkan kerja sama dengan dosen STAHN Mpu Kuturan Singaraja,” imbuh Suardika.

Sementara itu, Ari Susanti sebagai salah seorang dharmika yang mengikuti pembinaan ini mengaku sangat beruntung mendapat pembinaan secara langsung.

Menurutnya, ia sering haus akan berbagai makna dalam ritual dan hal-hal lain yang berbau dengan Hindu.

Selama ini, ia hanya mengandalkan internet dalam mempelajari agama. Namun, tidak jarang juga sang anak yang sudah menginjak remaja kerap bertanya tentang agama Hindu.  Akibatnya, ia pun kerap kesulitan untuk menjelaskannya.

“Nah inilah yang sering bingung menjawabnya. Karena penjelasan di internet tentu kurang memuaskan. Selama 18 tahun menikah, baru kali ini saya bisa ikut pembinaan seperti ini. Ke depan agar bisa kontinyu dilaksanakan,” katanya.  (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#hindu #dharmika #phdi