Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Unik Hindu Bali Ngigel Desa: Ritual untuk Warga Baru Jadi Krama Desa di Nagasepaha

I Putu Mardika • Selasa, 3 Oktober 2023 | 03:00 WIB
NGIGEL DESA: Tradisi Ngigel Desa, Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Sabtu (30/9) siang. Ritual bagi warga baru yang hendak menjadi krama desa di Nagasepaha.
NGIGEL DESA: Tradisi Ngigel Desa, Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Sabtu (30/9) siang. Ritual bagi warga baru yang hendak menjadi krama desa di Nagasepaha.

BALI EXPRESS - Suasana tak biasa terlihat di Pura Desa Nagasepaha, Desa Adat Nagasepaha, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Sabtu (30/9) siang.

Puluhan krama Desa Melinggih, khususnya para pria, terlihat berpakaian adat necis.

Busana yang mereka pakai selayaknya pakaian penari dengan hiasan dan kreasi tersendiri.

Krama Desa Melinggih ini akan Ngigel Desa di Pura Desa, Desa Nagasepaha sehari usai pelaksanaan piodalan yang jatuh pada Purnama Kapat. Mereka menyebutnya Tradisi Ngigel Desa yang dilaksanakan tiap dua tahun sekali.

Tarian yang wajib dipentaskan setiap pujawali ini merupakan simbol menek medesa bagi krama Desa Nagasepaha.

Istilah krama melinggih ini sendiri adalah krama yang baru bergabung menjadi warga Desa Nagasepaha (secara ayahan) karena sebelumnya merantau atau baru menikah.

Sebelum dipentaskan, sebanyak 35 penari dari Krama Melinggih yang seluruhnya laki-laki wajib dirias.

Mereka menggunakan pakaian layaknya penari, dengan hiasan sesuai kreasi masing-masing orang.

Secara turun-temurun, warga Desa Nagasepaha rutin melaksanakan tradisi ini, sebagai sujud syukur atas pelaksanaan piodalan di Pura Kahyangan Tiga Desa Nagasepaha yang dilaksanakan pada Purnama Kapat, Jumat (29/9).

Diiringi tetabuhan tua khas Desa Nagasepaha, mereka menari di hadapan ribuan krama Desa Nagasepaha.

Ada yang menari dengan serius, bahkan ada pula beberapa penari yang mengundang gelak tawa. 

Panitia Karya memberikan waktu kurang lebih 5 menit untuk krama Desa Negak untuk menari.

Sebagai tanda sudah dilaksanakan sesolahan, para penari diwajibkan menyentuh api damar yang diletakkan di Madya Mandala.

Salah satu Krama Melinggih, Made Alit Budiarta menjelaskan, sebagai krama Desa Melinggih yang baru, hal ini merupakan suatu tantangan dan tradisi yang wajib dilaksanakan.

Bahkan menurut Made Alit, pelaksanaan Ngigel Desa ini sebagai uji mental krama Desa Melinggih untuk tampil di hadapan masyarakat banyak.

Pihaknya pun sudah mempersiapkan dari jauh – jauh hari sarana dan prasarana Ngigel Desa, termasuk berlatih menari agar gerakan tidak terlihat kaku.

Meski demikian, ia yakin tariannya tetap bisa menghibur.

“Ini merupakan tantangan dan tradisi yang wajib kami laksanakan. Persiapan sudah sebelum odalan, baik itu keris hingga busana tetarian. Bahkan sempat pula berlatih menari biar tidak kaku,” terangnya.

Pihaknya pun merasa sangat senang bisa melestarikan dresta yang diwariskan leluhur secara turun-temurun. “Sebagai krama kami pasti bersemangat dan bergembira melaksanakan kegiatan, untuk meningkatkan rasa persatuan dan persatuan dengan sesama krama desa adat,” paparnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #unik #Ngigel Desa #hindu #tradisi #Nagasepaha #Krama Desa