BALI EXPRESS - Perapen menjadi identitas yang melekat bagi warga Pande.
Keberadaan perapen di rumah warga Pande sangatlah vital karena digunakan sebagai tempat melakukan aktivitas mengolah bahan logam yang menghasilkan barang bernilai seni seperti keris, gamelan hingga perabotan rumah tangga.
Secara etimologis perapen berakar kata “api” dengan imbuhan per-an, a+i=e disandi suarakan menjadi perapen (Jawa Kuno).
Namun di Bali masyarakat sering mengucapkan dengan cepat menjadi prapen.
Konon, Perapen pada zaman dahulu hanya boleh dibangun di bagian selatan pekarangan rumah seorang Pande berdasarkan arsitektur tradisonal.
Seiring dengan perkembangan zaman Perapen tidak lagi dibuat berpatokan pada arah selatan, melainkan mengikuti kondisi tempat pekarangan seorang Pande.
Perapen ini berupa lubang kecil dengan batu di bagian kiri dan kanannya.
Perapen ini menjadi wadah api untuk membakar logam, besi-besi yang akan dibuat alat-alat pertanian, gamelan, termasuk senjata seperti keris dan lain-lain.
Perapen terhubung dengan blower menggunakan pipa paralon dari besi.
Perapen harus dijaga dan dirawat agar kondisi api yang dihasilkan dapat maksimal.
Hal ini sangat berpengaruh terhadap produksi sehingga setiap hari harus dibersihkan untuk menghilangkan sisa-sisa pembakaran besi yang disebut dengan istilah ‘tai besi’.
Sebagai stana Dewa Brahma, maka perapen sangat disucikan.
Karena itu wanita yang sedang mengalami menstruasi tidak diperbolehkan masuk ke areal Perapen.
Demikian juga alat-alat yang terdapat di dalam Perapen, jika dipakai dan dibawa ke luar areal Perapen, harus disucikan kembali dengan sesajen prayascita.
“Setidaknya sebulan sekali Perapen dirombak dengan mengganti batu-batu di sampingnya dan mengatur kembali lubang di dalamnya,” kata Jro Mangku Gede Sutama yang juga berprofesi sebagai Pande.
“Batu-batu di samping kanan-kiri semakin lama pasti terkikis. Jika tidak dilakukan perombakan, api yang dihasilkan di Perapen tidak maksimal,” jelasnya.
Saat ini Perapen dibangun kian modern. Tetapi tetap berisi pondasi, tungku api, rongga tempat pembakaran, tudung, saluran cerobong asap ada jeruji, ambang, balok ambang, panel dekoratif, pengatur aliran udara, ruang asap, leher dan pipa pembuangan.
Editor : Nyoman Suarna