Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Penataran Pande Tamblingan: Pusat “Alutsista” Kerajaan Bali Kuno yang Ditakuti Majapahit

I Putu Mardika • Rabu, 11 Oktober 2023 | 17:30 WIB
PURA: Pura Penataran Pande Tamblingan merupakan pusat produksi alutsista kerajaan Bali Kuno yang ditakuti Kerajaan Majapahit.
PURA: Pura Penataran Pande Tamblingan merupakan pusat produksi alutsista kerajaan Bali Kuno yang ditakuti Kerajaan Majapahit.

BALI EXPRESS – Pada zaman kerajaan Bali Kuno warga Pande Tamblingan sangat masyur dan piawai dalam menghasilkan senjata bertuah.

Kini di tempat tersebut dibangun tempat suci berupa Pura Penataran Pande Tamblingan yang disungsung oleh pasemeton warga Pande di Bali.

Secara administrasi pura ini berada di Dusun Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Tepatnya di tepi timur Danau Tamblingan menghadap ke barat.

Untuk mencapai Pura Penataran Pande, harus rela melewati jalan tanpa aspal. Karena lokasinya berada di hutan lindung.

Bahkan saat musim penghujan kondisinya sudah pasti berlumpur dan sulit dilalui.

Pura ini bisa dijangkau dengan beragam moda transportasi, baik roda dua maupun roda empat.

Di pura ini berstana Ida Bagus Ratu Pande, komunitas Pande yang pertama kali bermukim di tempat tersebut.

Tempat ini membuktikan bahwa orang Bali pada jaman dahulu telah pandai membuat senjata dan terkenal sampai luar Bali sehingga ditakuti oleh Majapahit.

Pura Penataran Pande Tamblingan diyakini sebagai pusat pembuatan senjata atau Alutsista bagi Kerajaan Bali Kuno.

Bahkan, Majapahit mengirimkan mata-mata untuk mengetahui pusat pembuatan senjata, sehingga memudahkan untuk menyerangnya.

Sekitar Abad ke-14, Kerajaan Majapahit berhasil menyerang Warga Pande di Tamblingan.

Kemudian Komunitas Pande menyebar di Bali dan nyineb Wangsa. Mereka pun akhirnya menenggelamkan beragam senjata pusaka ke Danau Tamblingan.

Ada juga kitab dan lontar rahasia untuk membuat senjata yang tangguh ditenggelamkan.

Berdasarkan temuan Arkeologi, komunitas Pande di Bali diperkirakan sudah ada pada zaman Kesari Warmadewa, raja pertama kerajaan Bali Kuno pada akhir abad ke IX.

Dari kelompok Pande di Tamblingan, kelompok yang bermukim di sisi timur Danau Tamblingan adalah paling disegani.

Selain ahli dalam membuat gamelan selonding, masyarakat Pande Tamblingan juga dipercaya untuk membuat baju perang dan senjata andalan Kerajaan Bali. Sisi timur Tamblingan pun menjelma menjadi wilayah basis militer paling rahasia di seluruh wilayah Bali Dwipa.

Pada masa pemerintahan Raja Udayana Warmadewa, Komunitas Pande Tamblingan juga berhasil membuat baju perang dan perisai yang kuat.

Tak hanya itu, mereka juga menciptakan teknik metalurgi dan senjata beracun yang belum terbayangkan oleh penguasa tanah Jawa kala itu

Akibat penyerbuan Majapahit yang beambisi menyatukan seluruh wilayah nusantara, membuat Komunitas Pande di Tamblingan terpencar ke berbagai wilayah dan menyembunyikan identitasnya.

Semua senjata ditenggelamkan agar tidak digunakan oleh tentara musuh.

Sejak itulah tidak lagi ada perapian dan suara denting palu di pertiwi Tamblingan. Penghuninya telah sirna. Kejayaan basis militer Kerajaan Bali hanya tinggal sejarah.

Editor : Nyoman Suarna
#Pura Penataran Pande Tamblingan #Kerajaan Bali Kuno #alusista #majapahit