Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Warga Pande tak Boleh Menikah dengan Klan Lain, Ini Rahasia yang Disembunyikan

I Putu Mardika • Rabu, 11 Oktober 2023 | 17:43 WIB
PURA PENATARAN PANDE: Tempat pemujaan keturunan warga Pande. Ada rahasia yang disembunyikan di balik mitos bahwa warga pande tidak boleh menikah dengan klan lain.
PURA PENATARAN PANDE: Tempat pemujaan keturunan warga Pande. Ada rahasia yang disembunyikan di balik mitos bahwa warga pande tidak boleh menikah dengan klan lain.

BALI EXPRESS - Ada kepercayaan turun-temurun, bahwa warga Pande tidak diperkenankan menikah dengan klan lain. Apabila itu dilanggar, akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan uraian sejarah, dapat dipahami secara logis, bahwa komunitas Pande memegang rahasia persenjataan kerajaan.

Dengan demikian, pada masa itu, mereka tidak diperkenankan membaur dengan kelompok masyarakat lain, demi menjaga rahasia negara. Inilah alasan kuat mengapa kepercayaan ini ada sampai sekarang.

Setelah diserbu Majapahit, Warga Pande di Tamblingan yang sudah mencar di seluruh pelosok Bali, dibujuk agar kembali ke Tamblingan, melalui dua buah prasasti. Prasasti Tamblingan berangka tahun 1384 Masehi dan 1390 masehi.

Kedua prasasti ini kemungkinan dikeluarkan oleh Dalem Sri Kresna Kepakisan dan putranya Dalem Ketut Ngelesir.

Meskipun dibujuk untuk kembali, warga Pande Tamblingan tidak mematuhi prasasti itu. Tragedi penyerbuan tahun 1343 Masehi masih menyisakan trauma besar bagi mereka.

Dalam prasasti tersebut berisi perintah raja kepada semua keluarga Pande Besi Tamblingan yang mengungsi agar kembali lagi ke Tamblingan (deninapande wsi rin tambelinan, irehane muliha maren tambelinan manih).

Baca Juga: Pura Penataran Pande Tamblingan: Pusat “Alutsista” Kerajaan Bali Kuno yang Ditakuti Majapahit

Tidak hanya bukti dalam bentuk prasasti, penemuan peninggalan kerajinan masyarakat di Desa Tamblingan adalah kerajinan logam, terutama kerajinan Pande Besi.

Dari hasil ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Denpasar sejak tahun 1988-1994, di situs Tamblingan yang terletak di sebelah tepi Danau Tamblingan, ditemukan beberpa jenis temuan penting seperti palungan batu (palungan pendingin), batu landasan, fragmen mulut perapian, batu asahan, alat kait, tembikar yang berisi lelehan logam, potongan besi, kerak besi, buih logam, gelang perunggu, fragmen taji, keramik asing, struktur batu, gancuk, dan lain-lain.

Dari beberapa prasasti Bali Kuno dan hasil ekskavasi di situs Tamblingan sejak tahun 1988-1994 menunjukkan bahwa sangat jelas kerajinan yang berkembang pada masyarakat Tamblingan Kuno adalah kerajinan berupa logam khususnya Pande Besi pada abad ke-12 Masehi.

Benda-benda yang dihasilkan seperti peralatan rumah tangga, peralatan untuk bertani, pertukangan, alat keagamaan, seperti mata pisau, kapak, pedang, pahat, sabit, timpas,amardika parang, cangkul, dan lain-lainnya.

Baca Juga: Kasus Kopi Sianida Kembali Mencuat, Deddy Corbuzier Sebut Netflix yang Paling Diuntungkan

Kelompok Warga Pande pada jaman kuno memiliki kedudukan yang sangat penting, karena hasil produksinya yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Situs Tamblingan merupakan situs yang sangat penting peranannya untuk menelusuri sisa-sisa kebudayaan yang berkaitan dengan pembengkelan logam pada masa Bali Kuna.

Keberadaan kelompok pande besi seperti yang disebutkan pada prasasti, memberikan bayangan bagaimana warga Pande besi melakukan aktivitasnya sebagai perajin besi, yang bermukim di wilayah Danau Tamblingan.

Pemangku Pura Penataran Pande Tamblingan, Jro Mangku Gede Sutama mengatakan, terkait dengan komunitas warga pande besi di Tamblingan, selain disebutkan dalam Prasasti Tamblingan tahun 1306 Saka juga dimuat dalam Prasasti Pura Endek I tahun 844 Saka, Prasasti Pura Endek II tanpa angka tahun, Prasasti Pura Endek II tanpa angka tahun, Prasasti Pura Endek IV tahun 1041 saka, Prasasti Gobleg Pura Batur C tahun 1320 Saka, Prasasti Sepang (Buyan Sanding Tamblingan) dan Prasasti Bulian A berangka tahun 1103 Saka

Kelompok pande besi di Tamblingan merupakan produsen berbagai peralatan, tidak hanya peralatan rumah tangga, tetapi juga mencangkup peralatan upacara dan peralatan perang.

“Produksi peralatan sehari-hari dibuktikan dengan temuan artefak utuh maupun fragmentaris seperti cangkul, sabit, pisau, taji, dan peralatan sejenis lainnya,” jelasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#Pande #tamblingan #warga #pura #menikah