BALI EXPRESS - Setiap orang yang lahir di dunia ini memiliki pikiran. Sebagai manusia yang memiliki pikiran, harusnya kita mampu membedakan perbuatan baik buruk dan perbuatan benar salah. Sebab pikiran sebagai dasar manusia dalam menentukan perkataan dan perbuatan yang akan dilakukan.
Terkait hal itu, Sloka 8 Kitab Suci Sarasamuscaya yang diterbitkan Ditjen Bimas Hindu menyebutkan :
mānuṣaḥ sarvvabhūteṣu varttate vai śubhāśubhe,
aśubheṣu samaviṣṭaṁ śubheṣvevāvakārayet.
Terlahir sebagai manusia dengan dikaruniai Tri Pramana yakni Bayu, Sabda dan Idep, membuat kelahiran sebagai manusia menjadi kelahiran yang amat sangat dipengaruhi oleh karma wesana yang telah didapatkan.
Bisa berbicara, bisa berbuat dan bisa berpikir merupakan alasan kenapa kelahiran sebagai manusia disebut sebagai kelahiran yang paling baik dari kelahiran-kelahiran yang lainnya.
“Kelebihan dengan memiliki idep atau pikiran adalah keutamaan kelahiran sebagai manusia yang seharusnya mampu membedakan perbuatan baik buruk dan perbuatan benar salah. Pikiran sebagai dasar manusia dalam menentukan perkataan dan perbuatan yang akan dilakukan,” beber Cesi.
Baca Juga: LRT Bakal Dibangun di Bali, Butuh Listrik Capai 4,4 MVA
Oleh karena ada aksi, akan ada suatu reaksi. Dengan memiliki pikiran, manusia diberikan kesempatan untuk menimbang-nimbang karma phalanya atau hukum sebab akibat yang sudah pasti akan didapatkan setelah melakukan sesuatu.
Sebab akibat yang didapatkan bisa langsung dari perbuatan yang dilakukan. Atau perbuatan yang dilakukan sekarang dan hasilnya didapatkan nanti jauh setelahnya, dan perbuatan yang dilakukan dahulu didapatkan hasilnya sekarang.
Keutamaan kelahiran sebagai manusia juga tidak lepas dari godaan-godaan dalam menjalani kehidupan. Untuk menghadapi hal tersebut, manusia harus lebih meningkatkan kesadaran spiritual yang lebih tinggi guna mengatasi keburukan-keburukan yang ada di dalam diri (Sad Ripu).
Baca Juga: Keberuntungan dan Pujian Hadir dalam Hidup Aries, Simak Ramalan Zodiak Kamis 12 Oktober 2023
Penting untuk diingat bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks sehingga tidak mudah melakukan perubahan.
Beralih dari perilaku buruk ke perilaku baik memerlukan waktu, usaha, dan kesabaran.
“Tujuan utamanya adalah membantu diri sendiri menjadi versi yang lebih baik, mendukung pertumbuhan moral dan etis, serta mendorong diri untuk membuat pilihan yang lebih baik di masa depan,” pungkas Cesi.
Editor : Nyoman Suarna