Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Uniknya Tari Gandrung Desa Batukandik, Ditarikan Anak Laki Satu Keturunan, Pengganti Tirta Sakti

I Putu Mardika • Jumat, 13 Oktober 2023 | 17:11 WIB
GANDRUNG: Penari Gandrung saat pentas di Pura Puseh Desa Batukandik, Kecamatan Klungkung.
GANDRUNG: Penari Gandrung saat pentas di Pura Puseh Desa Batukandik, Kecamatan Klungkung.

BALI EXPRESS - Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung hingga kini masih mewarisi Tari Gandrung dari nenek moyangnya.

Tarian ini dipentaskan saat ngusaba di Pura Puseh Desa Batukandik.

Uniknya, penarinya adalah anak kecil yang masih terikat garis keturunan dengan para penari sebelumnya.

Seniman tari gandrung, Putu Wistra mengatakan, lahirnya tari gandrung berawal pada saat warga Banjar Bangun Uripsering didera berbagai penyakit.

Akhirnya ditemukanlah tirta oleh Pedanda Ida Bagus Pucuk yang digunakan untuk menyembuhkan warga yang terjangkit penyakit.

Kemudian tirta tersebut hilang lalu digantikan oleh tari gandrung yang di persembahkang pada upacara ngusabha di Pura Puseh.

Tari gandrung ini ditarikan oleh dua anak laki-laki yang dianggap suci sebagai pengganti tirta/air suci yang menjadi lambang dari kesaktian Pedanda Ida Bagus Pucuk agar warga terhindar dari wabah penyakit.

“Sekarang tari gandrung tidak hanya dipentaskan pada upacara odalan di Pura Puseh, tetapi banyak masyarakat yang mencari tari gandrung untuk upacara agama lainnya seperti upacara nelu bulanin dan melaspas sanggah atau pensucian pura,” paparnya.

“Masyarakat percaya, dengan adanya tari gandrung pada upacara nelu bulanin/melaspas sanggah akan membawa kedamaian dan terhindar dari segala jenis penyakit,” ungkapnya.

Pementasan tari gandrung di Desa Batukandik dilakukan bertepatan pada upacara ngusabha di Pura Puseh Desa Batukandik yang diadakan setiap enam bulan sekali, yaitu pada Rahinan Buda Cemeng Kelawu.

Seminggu sebelum pementasan tari gandrung di Pura Puseh, dilakukan pemilihan penari yang berumur 10 sampai 11 tahun.

Mereka berasal dari keturunan penari sebelumnya, dan tidak pernah mandi dengan air kotor atau air bekas ember cucian.

Selanjutnya barulah mempersiapkan pakaian tari gandrung untuk disucikan dengan cara menggunakan tirta atau air suci.

Sebelumnya, para penari yang sudah terpilih akan dilatih menari.

 “Sehari sebelum pementasaan, dilakukan upacara pewintenan agar para penari menjadi suci,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#Desa Batukandik #tradisi bali #hindu #tari gandrung #nusa penida #pura puseh