Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berkembang Sejak 1935, Tari Telek Desa Jumpai Punya Pakem Tersendiri, Ada Gerakan Tari Kambing Buang

I Putu Mardika • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 16:06 WIB
TARI TELEK: Tari Telek di Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung punya pakem tersendiri, bernama gerak kambing buang (birahi).
TARI TELEK: Tari Telek di Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung punya pakem tersendiri, bernama gerak kambing buang (birahi).

BALI EXPRESS - Tari telek di Desa Jumpai Kecamatan/Kabupaen Klungkung merupakan salah satu kesenian tradisi.

Tari ini sudah diwarisi secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Semua warga meyakini bahwa pementasan tari telek merupakan sarana untuk keselamatan dunia.

Tarian ini dipentaskan setiap hari atau Rahina Kajeng Kliwon yang datang tiap 15 hari sekali.

Tari telek ditarikan oleh empat orang penari, baik laki-laki atau perempuan yang masih tergolong anak-anak, yang berusia 6 sampai 12 tahun.

Mereka mementaskan lengkap dengan busana tari telek dan topeng.

Tokoh masyatakat Desa Jumpai, I Wayan Marpa mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti sejak kapan tari telek dipentaskan.

Namun dari penuturan para pendahulunya, tari telek anak-anak di Desa Jumpai diperkirakan mulai berkembang sekitar tahun 1935 sampai sekarang.

Penglingsir Desa Jumpai mementaskan tari telek karena ada wabah penyakit.

Selain itu juga untuk melengkapi pementasan Ida Sesuhunan Ratu Gede, Jero Rarung dan Jero Rangda.

Tari ini dipentaskan secara bergantian oleh Banjar Kangin dan Banjar Kawan dengan tujuan menghilangkan wabah penyakit di Desa Jumpai.

“Setelah tahun 1935, Nang Samba dan Nang Cenong yang merupakan seniman alam Desa Jumpai, berperan sebagai pelestari dan penerus tari telek,” kata Wayan Marpa.

“Nang Samba sebagai seniman tari memberikan nama-nama gerak tari telek di Jumpai, seperti gerak kambing buang (kambing birahi),” jelas Wayan Marpa.

Untuk mengiringi gerakan tari kambing buang, Nang Cenong membuat aransemen lagu pengiring gerakan kambing buang.

Sebagai pembuat iringan tetabuhan gerakan kambing Buang, sejatinya Nang Cenong adalah  seniman tabuh tari telek dari Desa Jumpai.

Namun para penglingsir (tetua) desa setempat tidak mengetahui secara pasti siapa pencipta tari telek. Sebab  sudah diwarisi secara turun-temurun oleh masyarakat di Desa Jumpai.

Tari telek ini biasanya dibawakan oleh 4 orang penari. Penarinya boleh laki-laki ataupun prempuan. Yang terpenting masih anak-anak.

Editor : Nyoman Suarna
#kambing buang #Desa Jumpai #tari telek #hindu #anak-anak #klungkung #tradisi