BALI EXPRESS - Tari telek pada umumnya tidak berdiri sendiri, atau hanya dipentaskan secara tunggal.
Begitu juga dengan tari telek di Desa Jumpai. Tarian tersebut diiringi juga dengan tari jauk, tari penamprat, dan barong ket.
Dikatakan I Wayan Marpa, usai upacara sembahyang, tari telek anak-anak dipentaskan sebagai tarian pembukaan. Tarian ini kira-kira berlangsung selama 11 menit.
Setelah para penari telek anak-anak memperagakan gerak-gerak pekaad, datanglah dua orang penari penamprat yang ditarikan oleh anak laki-laki.
“Penari penamprat ini menari selama 3 menit dengan gerak-gerak yang sederhana. Kebanyakan melakukan gerak malpal,” katanya.
Setelah para penari telek dan penari penamprat usai menari dan meninggalkan tempat pementasan, berselang beberapa menit penari jauk memulai tariannya.
Durasi penari jauk saat menari kurang lebih selama 10 menit.
Setelah penari jauk selesai menari, datanglah Ida Bhatara Jero Gede untuk mesolah/menari, sekaligus sebagai penutup dari pementasan.
Keseluruhan pementasan ini berlangsung kurang lebih 2 jam.
Sejak berdirinya tari telek anak-anak di Desa Jumpai, para penarinya sudah banyak mengalami perubahan dari generasi ke generasi.
Tari telek anak-anak di Desa Jumpai ini ditarikan oleh 4 orang penari laki-laki atau perempuan yang masih tergolong anak-anak (kurang lebih berusia 10 – 12 tahun).
Alasan Desa Jumpai memilih anak-anak sebagai penari telek karena tapel (topeng) yang digunakan berukuran kecil.
Selain itu, tidak adanya halangan menstruasi bagi anak-anak karena tarian ini dipentaskan setiap 15 hari sekali.
Alasan lainnya, Desa Jumpai meyakini bahwa anak-anak masih dianggap suci dan mampu sebagai simbol permohonan keselamatan dari segala wabah penyakit di daerah setempat.
Para penari telek anak-Anak ini akan diganti apabila mereka sudah menginjak remaja (menstruasi/truna bunga).
Adapun cara pemilihan para penarinya dengan jalan memilih anak-anak yang sebaya/seusia yang berasal dari Desa Jumpai, atau dengan jalan seserodan, yaitu turun-temurun dari keluarga tertentu.
“Pada hari yang sudah disepakati bersama antara pelatih dengan para calon penari yang berjumlah 4 orang penari anak-anak, calon penari tersebut dilatih menari sampai dirasakan bisa untuk menarikan tari telek atau mundut tapel telek yang dikeramatkan,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna