Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Nyiramin Layon atau Ngeringkes adalah Upacara Atiwa-Tiwa, Ini Maknanya

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 24 Oktober 2023 | 22:51 WIB
NYIRAMIN LAYON: Upacara nyiramin layon merupakan bagian dari upacara pitra yadnya atau disebut dengan upacara atiwa-tiwa.
NYIRAMIN LAYON: Upacara nyiramin layon merupakan bagian dari upacara pitra yadnya atau disebut dengan upacara atiwa-tiwa.

BALI EXPRESS - Upacara nyiramin layon merupakan bagian dari upacara pitra yadnya, yaitu pengorbanan suci terhadap orang yang meninggal yang memiliki fungsi dan nilai secara sekala dan niskala.

Buku “Krya Patra, Smerti Nyiramin Layon Nista, Madya, dan Utama” yang disusun Dharma Gosana Kota Denpasar disebutkan, upacara atiwa-tiwa di Bali lebih banyak dikenal dengan istilah nyiramin layon atau upacara pengeringkesan.

Upacara pengeringkesan ini merupakan upacara pembersihan dan penyucian permulaan baik terhadap jenazah  maupun terhadap kekutan panca maha bhuta yang dikenal dalam puja pitra.

Hal ini  bertujuan meningkatkan kesucian Petra untuk menjadi Pitra.

Di kalangan umat Hindu di Bali, upacara pengeringkesan tersebut diartikan sebagai upacara megulung. Namun menurut lontar atiwa-tiwa, prosesi ini memiliki pengertian dan tujuan yang mendalam.

Menurut buku tersebut, kata atiwa-tiwa berasal dari suku kata “Ati” yang artinya berpikir atau berkehendak, dan suku kata “Awa” berarti terang atau bening. 

Kemudian suku kata “ati + awa” mengalami perubahan sandi menjadi atiwa.

Untuk mendapatkan pengerasan makna, maka kata tersebut dijadikan kata ulang menjadilah kata “atiwa-tiwa” yang berarti berkehendak untuk melaksanakan pembersihan dan penyucian terhadap jenazah maupun terhadap panca maha bhuta.

Jadi, sesungguhnya upacara ngeringkes tersebut tidak hanya menggulung, namun secara spiritual untuk menjadikan kembali ke sastra Ongkara mula.

Oleh karena itu, jenazah yang sudah melalui upacara atiwa-tiwa bisa digotong atau dinaikan ke atas bale pepaga atau wadah.

Setelah itu, jenazah diusung ke kuburan atau tempat pembakaran. Rangkaian prosesi ini disebut dengan upacara ngaben.

Tujuan upacara ngaben adalah menyucikan roh umat Hindu yang sudah meninggal dunia dan mempercepat kembalinya jasad ke alam asalnya. Dalam kitab suci Veda Samhita atau isi dari Yajurveda, tersurat bahwa setiap orang Hindu yang meninggal dunia wajib diupacarai dengan upacara ngaben agar atma bisa mencapai moksa/surga.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #pitra yadnya #atiwa tiwa #nyiramin layon #hindu #ngeringkes #tradisi