Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sloka 14 Sarasamuscaya: Cara Menjalani Hidup agar Bermakna Menurut Ajaran Hindu

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 26 Oktober 2023 | 21:31 WIB
HIDUP: Sloka 14 dari Kitab Sarasamuscaya menyebutkan, kehidupan manusia bagaikan kilatan petir, sangat singkat dan cepat berlalu. Karena itu, manfaatkanlah dengan baik.
HIDUP: Sloka 14 dari Kitab Sarasamuscaya menyebutkan, kehidupan manusia bagaikan kilatan petir, sangat singkat dan cepat berlalu. Karena itu, manfaatkanlah dengan baik.

BALI EXPRESS - Manusia menganggap hidup ini cukup panjang, padahal kehidupan manusia sangat singkat.

Ironisnya, meskipun hidup ini terasa lama, tetapi seringkali kita menghabiskan waktu hidup ini untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

Terlalu sering kita menunda perbuatan baik, meningkatkan tindakan yang buruk, atau bahkan tidak melakukan tindakan apapun.

Ini sebenarnya adalah pemborosan berharga dalam hidup manusia.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadikan hidup kita bermanfaat, baik untuk saat ini maupun masa depan kita?

 

Jawabannya mungkin terdapat dalam Sloka 14 dari Kitab Sarasamuscaya:

"Iking tang janma wwang, kṣanikaswabhāwa ta ya, tan pahi lawan kĕḍapning kilat, durlabha towi, matangnyan pöngakĕna ya ri kagawayaning dharmasadhāna, sakaraṇanging manāṣanang sangsāra, swargaphala kunang"

Terjemahan bebasnya adalah:

"Kehidupan manusia ini adalah singkat dan cepat berlalu. Ini seperti kilatan petir yang sulit dicapai. Oleh karena itu, manfaatkanlah peluang hidup ini dengan melakukan perbuatan baik, sebagai sarana untuk mencapai pencerahan dan melarikan diri dari siklus kelahiran dan kematian, menuju surga."

I Made Danu Tirta, penyuluh agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, menjelaskan, Sloka 14 Sarasamuccaya mengingatkan kita untuk melakukan perbuatan baik dalam waktu yang singkat ini.

"Dalam keyakinan Hindu, kita diharapkan untuk selalu melakukan perbuatan baik yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.

“Perbuatan baik ini mencakup praktik Tri Kaya Parisudha yang dilakukan dengan tekun dan konsisten," imbuhnya.

Pertama, kita diminta untuk bijak dalam berpikir.

Sebagai manusia, salah satu keutamaan adalah memiliki kemampuan berpikir dan memiliki idep.

Pikiran kita adalah awal dari segala realitas dalam hidup kita.

Oleh karena itu, kita harus menjaga pikiran kita agar tidak memunculkan pikiran jahat.

Pikiran kita sangat sensitif dan bisa mewujudkan apa yang kita pikirkan.

Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa pikiran kita selalu positif dan baik.

Kedua, kita harus bijak dalam berbicara.

Kata-kata kita adalah senjata yang dapat memberikan berkah atau menciptakan kerugian.

Dengan menggunakan kata-kata dengan bijak, kita bisa menciptakan hubungan yang baik dan kebahagiaan bagi diri kita dan orang lain.

Terakhir, kita diminta untuk berperilaku baik.

Tindakan kita adalah hal yang paling terlihat dalam hidup kita.

Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan tindakan baik, seperti membantu sesama, merawat lingkungan, dan menciptakan kedamaian.

Dengan melakukan perbuatan baik ini, kita akan mengumpulkan "investasi karma baik" yang akan membantu kita dalam kehidupan setelah ini. Perbuatan baik yang melimpah akan membantu kita mencapai pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian, menuju pencerahan.

Editor : Nyoman Suarna
#sloka 14 #Sarasamuscaya #hindu #hidup