Manggala Bala Kria Pura Luhur Dang Kahyangan Srijong, Wayan Miarsana, memaparkan bahwa Pura Luhur Srijong awal mulanya ditemukan oleh Raja Tabanan.
“Pura ini juga merupakan tempat persinggahan Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh atau Dang Hyang Dwijendra dalam perjalanan di Bali,” jelas Wayan Miarsana, Kamis (2/11).
Menurut cerita turun-temurun, pada saat itu Raja Tabanan melihat ada asap mengepul di pesisir pantai, tepatnya di wilayah Pura Dang Kahyangan Srijong saat ini.
“Ketika melihat asap tersebut, Raja Tabanan mengutus bendesa (pemimpin desa, red) menuju lokasi asap itu. Tiba di lokasi, bendesa melihat bebaturan atau gumukan batu,” bebernya.
Setelah temuan itu dilaporkan bendesa, Raja Tabanan dan para pemuka Desa Antosari melakukan semadi di lokasi itu.
Atas temuan tersebut, maka bendesa dan masyarakat Antosari ditugaskan menjadi pengempon pura tersebut.
Miarsana juga menambahkan, berdasarkan mitos tersebut, Pura Srijong dijadikan pengerajeg Puri Tabanan. Sedangkan penyegjeg atau penganceng pura adalah Jro Subamia, Tabanan.
Editor : Nyoman Suarna