TABANAN, BALI EXPRESS – Pura Luhur Pucak Bukit Kembar yang terletak di Banjar Pacung, Desa Adat Pacung, Desa /Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan memiliki beberapa keunikan.
Selain sebagai tempat berkumpulnya para sesuhunan dari beberapa kabupaten di Bali, tempat pemujaan umat Hindu di Bali ini juga diyakini sebagai tempat untuk memohon keturunan anak kembar.
Bagi pasangan suami istri yang sulit memiliki keturunan, bisanya datang ke Pura Luhur Pucak Bukit Kembar untuk memohon secara niskala. Kabarnya, banyak di antaranya terkabulkan, bahkan diberi anak kembar.
Selain dua keunikan tersebut, Pura Luhur Pucak Bukit Kembar juga diyakini sebagai tempat pementasan wayang gaib yang dilakukan makhluk halus.
Maksudnya, di tempat tersebut ada pertunjukkan wayang, tetapi dalang dan perangkatnya, termasuk iringannya tidak terlihat secara nyata.
Saat pertunjukan, pihak penyelenggara hanya mempersiapkan kelirnya saja. Kemudian secara gaib akan terlihat ada pementasan wayang.
Bendesa Adat Desa Adat Pacung, Baturiti, Made Kariawan memaparkan, ini memang unik. “Ada pementasan wayang, tetapi tidak ada dalang, tidak ada gamelan dan perangkat wayang yang disiapkan pihak pura.”
“Pihak pura hanya menyiapkan kelir. Sebab dalang, wayang dan pemain gamelannya adalah sosok makhluk gaib,” tegasnya.
Hal tersebut, ungkapnya, dibuktikan dengan banyaknya sesuhunan yang datang saat piodalan di pura tersebut.
Saking banyaknya sesuhunan yang hadir, maka saat sesuhunan itu mesolah (menari), biasanya berlangsung hingga matahari terbit.