BALI EXPRESS - Pura Mas Penyeti yang terletak di Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng memiliki beberapa tradisi unik.
Selain pementasan Gong Kedencong dan Tari Pencak Silat saat pelaksanaan piodalan, pura umat Hindu Bali yang dibangun pada abad ke-8 ini juga memiliki tradisi nampah penyu.
Ketut Artawan selaku kelian Desa Adat Banjar Tegal menjelaskan, tradisi Nampah Penyu sudah ada sejak turun-temurun, diwariskan oleh krama di Desa Adat Banjar Tegal.
Tradisi Nampah Penyu dilaksanakan dalam kaitannya dengan upacara Piodalan Agung di Pura Mas Penyeti saat Buda Umanis Prangbakat.
Tradisi Nampah Penyu serangkaian piodalan tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan keselarasan alam karena penyu melambangkan landasan bumi yang dapat hidup di darat dan di laut.
Pelaksanaan tradisi ini diperkirakan berawal dari nunas raos karena adanya pelinggih Dewa Ngurah Gede sebagai manifestasi dari Dewa Wisnu.
Diyakini bahwa Dewa Ngurah Gede merupakan leluhur dari sesepuh Pura Mas Penyeti.
“Nampah penyu dilaksanakan karena terdapat pelinggih Dewa Ngurah Gede sebagai manifestasi Dewa Wisnu dan sebagai bentuk penyucian bagi masyarakat masyarakat Banjar Tegal,” katanya.