BALI EXPRESS - Persembahyangan pepegatan biasanya dilaksanakan usai pelaksanaan prosesi nyiramin layon. Persembahyangan ini, dalam tradisi Hindu di Bali juga dikenal dengan istilah bhakti pemegat.
Tujuan sembah bhakti pemegat umat Hindu ini adalah memohon ke hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa untuk memutus ikatan antara atma (jiwatma) dengan raga sarira dan suksma sarira. Dengan demikian, sang atma akan bebas meninggalkan badan kasarnya.
Selain itu juga untuk mendoakan supaya atma orang yang meninggal mendapat tempat sesuai dengan karma pada masa hidupnya.
Dikutif dari buku “Dharma Gosana Kota Denpasar, Krya Patra Smerti Nyiramin Layon Nista, Madya, dan Utama” disebutkan, umat Hindu diharapkan mencapai moksa, yaitu menyatunya atma dengan parama atman, sehingga tidak mengalami punarbhawa atau menjelma kembali ke dunia ini.
Hal ini pula yang menjadi tujuan dari sembah bhakti pemegat tersebut. Adapun rangkaian persembahyangan dalam sembah bhakti pemegat tersebut berawal dari panca sembah, yaitu:
- Sembah pertama dimulai dengan sembah puyung.
- DIlanjutkan dengan sembah kedua, ditujukan ke hadapan Sanghyang Siwa Raditya, dengan bunga berwarna putih.
- Kemudian sembah ketiga mempergunakan sarana kwangen, ditujukan kehadapan Ida Sanghyang Prajapati.
- Sembah keempat dengan sarana bunga ditujukan kepada atman orang yang meninggal, dilaksanakan oleh keluarga dekat yang patut menyembah.
- Kelima dilanjutkan dengan sembah puyung.