Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu Bali: Sarana dan Mantra Persembahyangan Sesuai Kramaning Sembah, Berikut Artinya

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 8 November 2023 | 17:26 WIB
SEMBAHYANG : Persembahyangan yang dilakukan oleh umat Hindu mengacu pada kramaning sembah, dengan menggunakan mantra dan sarana bunga.
SEMBAHYANG : Persembahyangan yang dilakukan oleh umat Hindu mengacu pada kramaning sembah, dengan menggunakan mantra dan sarana bunga.

BALI EXPRESS – Sebagai tatacara pelaksanaan persembahyangan umat Hindu, kramaning sembah  memiliki urutan tersendiri.

Urutan-urutan kramaning sembah saat sembahyang bersama atau sembahyang sendiri adalah sama.

Jika kramaning sembah dipimpin oleh sulinggih atau pinandita, umat melafalkan mantra-mantra dalam hati.

Dikutif dari buku “Doa Sehari-hari Menurut Hindu”, terbitan Pustaka Manikgeni diuraikan:


Sembah pertama tanpa bunga (sembah puyung), mantranya adalah

“Om Atma Tattvatma Soddha Mam Svaha”

Baca Juga: Tradisi Hindu Bali: Begini Makna dan Rentetan Persembahyangan sesuai Kramaning Sembah

 

Terjemahan:

“Om Atma atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba” 

 

Sembah kedua ditujukan kepada Sanghyang Widhi Wasa sebagai Sanghyang Aditya dengan sarana bunga, mantranya berbunyi:

 

“Om Adityasyaparam jyotih Rakta teja namo’stute Svetapangkaja madhyasthah Bhaskarayo namo’stute”

 

Terjemahan :

 “Om Sanghyang Widhi Wasa, sinar Surya Yang Maha Hebat, Engkau bersinar merah, hormat pada-Mu, Engkau yang berada di tengah-tengah teratai putih, hormat pada-Mu pembuat sinar” 

 

Sembah ketiga ditujukan Sanghyang Widhi Wasa sebagai Ista Dewata dengan Sara Kwangen atau Bunga, mantranya:

 

“Om namo devaya adhistanaya Sarva vyapi vai sivaya Padmasana eka prathistaya Ardhanaresvarya namah svaha”.

Baca Juga: Anwar Usman Dipecat Sebagai Ketua MK, Hasbullah: Prabowo Subianto-Gibran Tetap Sah

 

Terjemahan:

“Om Sanghyang Widhi Wasa, hormat kami kepada dewa yang bersemayam di tempat utama kepada Siwa yang sesungguhnya berada di mana-mana, kepada dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat, kepada Ardhanaresvarya hamba menghormat.” 

 

Sembah keempat untuk Sang Hyang Widhi Wasa sebagai pemberi anugerah, dengan sarana kwangen atau bunga, mantranya:

 

“Om nugrahaka manohara, Deva dattanugrahaka, Arcanam sarva pujanam, Namah sarvanugrahaka, Om Deva devi mahasiddhi yajnangga nirmalatmaka, Laksmi siddhisca dirgahayuh Nirvighna sukha vrddhisca”.

 Baca Juga: Kuliner Es Lumut Pelangi Bali Utara: Inovasi Terbaru Sahuri Lantaran Bosan Ditiru Pedagang Lain

Terjemahan:

“Om Sanghyang Widhi Wasa,, engkau yang menarik hati, pemberi anugerah pemberian dewa, pujaan dalam semua pujian, hormat pada-Mu pemberi semua anugerah. Kemahasidian dewa dan dewi, berwujud yajna, pribadi suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, kegembiraan dan kemajuan” 

 

Sembah kelima, sembah tanpa bunga (sembah puyung), mantranya berbunyi sebagai berikut:

“ Om Deva Suksme Paramacintya Namag Svaha”

 

Terjemahan:

“Om Sanghyang Widhi Wasa, hormat pada dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi, yang maha gaib.” 

Editor : Nyoman Suarna
#bali #kramaning sembah #hindu #Sarana #mantra #tradisi