Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu Bali: Matiti Suara saat Maprani di Pura Ulun Danu Batur Mirip Pantun, Ini Pesan yang Diucapkan

I Putu Mardika • Rabu, 8 November 2023 | 20:10 WIB
MATITI SUARA: Matiti Suara merupakan rangkaian dari prosesi maprani di Pura Ulun Danu Batur yang digelar saat Ngusaba Kadasa. Tradisi Hindu Bali ini memang unik.
MATITI SUARA: Matiti Suara merupakan rangkaian dari prosesi maprani di Pura Ulun Danu Batur yang digelar saat Ngusaba Kadasa. Tradisi Hindu Bali ini memang unik.

BALI EXPRESS – Sebagai bagian dari tradisi Hindu Bali, prosesi Maprani saat Ngusabha Kadasa di Pura Ulun Danu Batur diisi dengan Matiti Suara.

Menurut Jro Gede Duuran, Matiti Suara diartikan pewarah-warah yang bentuknya mirip pantun, tetapi sarat akan pesan dan makna.

Metiti artinya medaging titian (jembatan) suara artinya bunyi. Metiti Suara artinya daging titian bunyi karya sastra seni tari budaya.

“Pewarah atau petuah sane patut anggen dasar swadarmaning Dharma Agama dan Dharma Negara kepada krama Desa Pakraman Batur miwah umat Hindu sedharma. Pewarah-warah atau piteket-piteket tersebut dituangkan pada saat Matiti Suara,” jelasnya.

Kata-kata yang diucapkan saat Matiti Suara adalah: “Jro Krama Desa Lan Umat Hindu pirengin becik-becik, mula kliki mula biyu, mula abedik mupu liyu, balik sinuriak."

“Jero Krama Desa lan Umat Hindu sami, pirengan becik-becik, baas barak baas putih, sane daak dadi sugih, balik sinuriak.”

“Jero krama desa lan Umat Hindu sami, pirengan becik-becik, sampunang nganggen Kriya Upaya dana Upayane anggen, balik sinuriak sedharma.”

Jro Gede Duuran mengatakan, Maprani merupakan upacara yang dilaksanakan oleh umat untuk memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasi-Nya Dewa Wisnu dengan saktinya Dewi Danuh.

Tradisi Maprani dilaksanakan tiap satu tahun sekali, serangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh.

Tradisi ini merupakan kegiatan makan bersama di halaman tengah (Jaba Tengah).

Jro Gede Duuran menambahkan, rangkaian Maprani saat Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tergolong panjang.

Prosesi diawali dengan Ida Bhatara-Bhatari Batur tedun dari Pengaruman menuju tempat pelaksanaan Pepranian, yaitu di natar Jaba Tengah.

Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari manggalaning upacara, Pengrauhan Penelasan dan Dharma Wecana.

Prosesinya dilanjutkan dengan tarian perang-perangan melibatkan 2 (dua) orang jojoran dan 2 (dua) orang Jro Baris.

Prosesi berikutnya adalah Metiti Suara, Persembahyangan bersama dan Ngelamuin Bakti Pepranian.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Pura Ulun Danu Batur #maprani #hindu #pesan #matiti suara #tradisi