Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sloka 20 Sarasamuscaya: Dharma Layaknya Perahu untuk Menyeberangi Lautan menuju Tepi Pantai

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 8 November 2023 | 21:52 WIB
DHARMA: Dharma adalah jalan menuju surga. Bagaikan perahu yang ditumpangi saudagar/pedagang untuk menyeberangi lautan.
DHARMA: Dharma adalah jalan menuju surga. Bagaikan perahu yang ditumpangi saudagar/pedagang untuk menyeberangi lautan.

BALI EXPRESS - Dalam kehidupan ini kita tidak terlepas dari tindakan baik maupun buruk yang disebut dharma maupun adharma.

Hal ini berkaitan dengan arah dan tujuan kita dalam kehidupan ini, layaknya sebuah rakit yang berada di sungai.

Seperti diungkap dalam Sloka 20 Kitab Sarasamuscaya bahwa:

 “dharmma eva plavo nanyaḥ svarggaṁ samabhivāñchatām, sa ca naurvvaṇijastaṭaṁ jaladheḥ pāramicchataḥ.”

Artinya,

Dharma adalah satu-satunya rakit bagi mereka yang berlayar menuju sorga. Dharma adalah sebagai perahu bagi pedagang untuk menyeberangi  lautan.

“Ikang dharma ngaranya, hĕnuning mara ring swarga ika kadi gatining parahu, an henuning baṇyaga nĕntasing tasik.”

Artinya :

Yang dinamakan dharma adalah jalan menuju surga. Bagaikan perahu yang ditumpangi saudagar/pedagang dalam menyebrangi lautan.

Sesuai sloka tersebut bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang tidak memiliki perilaku dharma maupun adharma.

Sebagai umat beragama tentu kita memiliki pegangan dalam melaksanakan apa yang menjadi landasan kita di Hindu. Yaitu layaknya sebuah perahu untuk menyeberangi lautan hingga tiba di tepi pantai.

Dharma adalah jalan menuju sorga atau swarga. Yang menjadi pegangan menuju jalan kebenaran adalah dharma atau kebaikan.

Perilaku dharma tercermin cara berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berperilaku yang baik.

Hanya dengan menjalankan dharma, secara langsung kita sudah melaksanakan yadnya sesuai agama Hindu.

Editor : Nyoman Suarna
#Sarasamuscaya #surga #sloka 20 #Dharma #Lautan #perahu