BALI EXPRESS – Menurut Bendesa Adat Kekeran I Made Wardana Ada, beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam menarikan tari Gandrung di Desa Adat Kekeran menurut tradisi setempat.
Di antaranya, ditarikan oleh dua pria Bali. Satu pria berperan sebagai penari pria, dan satu lagi berperan sebagai penari wanita.
Syarat lainnya adalah para penari harus ikhlas ngaturang ayah untuk menari. Uniknya, para penari harus memiliki kesan humoris atau lucu.
Selain itu, para penari juga harus memiliki niat dan kemauan dari dalam dirinya dalam menarikan tarian Gandrung.
“Minimal harus melakukan upacara penyucian diri berupa pewintenan sesuai tradisi umat Hindu Bali,” katanya.
“Hal ini dikarenakan sifatnya ngaturang ayah kepada Tuhan, serta supaya terpancar nuansa kesakralan dari tari Gandrung tersebut,” paparnya.
Ia menambahkan, para penari juga mengenakan busana serta perhiasan yang kental dengan nuansa klasik.
Busana terdiri dari baju sembahyang dan baju kebaya, kamen, selendang, sanggul, gelung paku pidpid, dan kalung buah-buahan yang sarat makna.
Semisal, kamen penari pria dengan penari wanita memiliki makna yang berbeda.
Pada penari pria mempergunakan kamen dengan lipatan melingkar dari kiri ke kanan serta dibuat lelancingan atau kancut di depannya.
Ini mengandung makna kegagahan seorang pria dalam menarikan tari Gandrung.
Selain itu pria harus bisa bertanggung jawab dan selalu berlandaskan pada ajaran dharma dalam kehidupan.
Sedangkan pada penari wanita menggunakan kamen dengan lipatan melingkar dari kanan ke kiri.
Maknanya, bahwa wanita harus bisa menjaga pria agar selalu dijalan dharma sesuai konsep sakti.
Penari wanita biasanya memakai selendang yang berarti wanita harus dapat mengontrol hawa nafsu dan dapat mengendalikan sifat amarah.
Penari pria menggunakan gelung paku pidpid sebagai simbol kewibawaan seorang pria. Sedangkan penari wanita menggunakan sanggul sebagai simbol keanggunan dan simbol kesucian seorang wanita.
Kedua penari Gandrung juga dilengkapi dengan perhiasan berupa kalung buah-buahan sebagai simbol hasil alam atau hasil bumi yang terdapat di Desa Adat Kekeran, Busungbiu, Buleleng.
Editor : Nyoman Suarna