BALI EXPRESS - Ngusaba Agung merupakan ritual penting yang dilaksanakan di Pura Puseh Desa Adat Kedis, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali Utara.
Upacara Ngusaba Agung dilaksanakan tiga tahun sekali, tepatnya pada Purnama Kapat sesuai kalender Bali.
Rangkaian upacara ini diisi dengan tradisi Nyepi Desa yang bertujuan sucikan alam dan jiwa manusia.
Upacara Ngusabha Agung menjadi simbol kesuburan bagi masyarakat Desa Kedis. Pasalnya, krama Desa Kedis sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.
Meski tidak diketahui secara pasti sejak kapan dilaksanakan, tradisi masyarakat Bali Utara ini sudah dijalankan secara turun-temurun.
Sebelum Ngusaba Agung dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan upacara Nyepi Desa.
Upacara Nyepi Desa dilaksanakan lima belas hari sebelum Ngusaba Agung.
Upacara ini mempersembahkan 4 (empat) korban suci yakni ayam, babi, anjing dan anak sapi digunakan sebagai sarana upacara mecaru di Nyepi Desa.
Dalam pelaksanaan upacara Nyepi Desa, krama Desa Adat Kedis melaksanakan Nyakan Diwang atau memasak di luar rumah yang berlangsung selama 3 (tiga) hari.
Tujuan untuk menyucikan alam semesta (Bhuana Agung) dan jiwa manusia (Bhuana Alit) sebelum melaksanakan ritual Ngusaba Agung.
Tradisi Nyepi Desa dirangkai dengan upacara Ngeraja Sewala (upacara menek bajang).
Editor : Nyoman Suarna