BALI EXPRESS – Pura Luhur Pucak Bukit Rangda yang terletak di Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan sangat dikeramatkan.
Hal tersebut karena pura itu terletak di puncak sebuah bukit yang hutannya sangat lebat pada zaman dulu.
Sampai saat ini lokasi tersebut masih disebut alas Bukit Rangda.
Bala Kriya Pura Luhur Pucak Bukit Rangda, I Wayan Yasa, menjelaskan, pura tersebut sebagai tempat memohon taksu.
“Karena kekeramatannya, masyarakat yang memiliki sesuhunan berupa barong dan rangda, saat melaspas pelawatan, datang ke Pura Luhur Pucak Bukit Rangda untuk memohon kekuatan berupa taksu,” jelasnya, Selasa (21/11).
Pura Luhur Pucak Bukit Rangda merupakan jajaran pura yang terdapat di pucak pegunungan yang ada di Bali. Terutama di puncak pegunungan bagian barat daya Pulau Bali.
Sesuai fungsi dan perannya, Pura Luhur Pucak Bukit Rangda merupakan pura kahyangan, tempat memohon keselamatan, kerahayuan jagat lahir dan batin.
Selain itu juga tempat untuk ngaci dan memohon keselamatan subak, tegalan, keselamatan tanem tuwuh, hewan peliharaan dan kesuburan tanah pertanian sehingga memberikan penghasilan yang berlimpah ruah.
“Fungsi dan peranan lainnya adalah sebagai tempat untuk memohon kesidian atau taksu, terutama untuk sesuhunan barong dan rangda,” tegas Wayan Yasa.
Wayan Yasa menambahkan, berdasarkan penuturan beberapa penglingsir pura dan pemuka masyarakat pengempon, pura tersebut berusia ratusan tahun.
Hal tersebut tertulis dalam Lontar Purana Jagat Bangsul dan Lontar Batur Kalawasan Petak.
Kedua lontar tersebut mencatat nama-nama gunung yang ada di Bhumi Bangsul (Pulau Bali), dari timur sampai ke bagian barat. Di antaranya disebutkan nama Bukit Rangda.
Wayan Yasa menuturkan dalam lontar tersebut diungkapkan sebagai berikut, “Demikianlah perihal adanya gunung-gunung yang diletakkan di Pulau Bali.
Setelah itu bersabdalah Hyang Pasupati, bahwa keberadaan Pucak Bukit Rangda diberkati, semoga menjadi Kahyangannya Hyang Rudra.”
Pura tersebut agar disembah atau disungsung oleh seluruh keturunan orang Bali sampai kelak kemudian hari.
Penamaan Bukit Rangda sudah ada sejak tahun Saka “ka tang bhumi”, yakni tahun Saka 111 atau tahun 189 Masehi.