Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Desa Adat Penarungan Badung Rutin Macaru pada Sasih Kalima hingga Kasanga

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 26 November 2023 | 15:45 WIB
Bendesa Adat Penarungan I Made Widiada
Bendesa Adat Penarungan I Made Widiada

BADUNG, BALI EXPRESS- Desa Adat Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali setiap tahun, secara rutin menggelar lima kali upacara macaru.

Macaru itu dilaksnanakan setiap Sasih Kalima, Kaenem, Kapitu, Kaulu, dan Kasanga.

Pelaksanaan macaru ini berbeda-beda pada setiap sasihnya. Macaru di lima sasih ini dilaksanakan untuk menjauhkan hal-hal negatif dari masyarakat. 

Bendesa Adat Penarungan I Made Widiada mengatakan upacara ini memang sudah ada sejak lama.

“Pelaksanaannya berbeda-beda. Pada Sasih Kalima macaru di Pura Dalem, Pura Prajapati, dan setra. Dalam pelaksanaanya akan nedunang petapakan. Kemudian di Kaenem dan Kepitu dilaksanakan macaru di Pura Desa nantinya tirtanya akan dibagikan kepada krama desa setelah kami melaksanakan pecaruan,” ujar Widoada. 

Setelah itu ia menerangkan, masyarakat juga akan macaru di rumahnya masing-masing.

Selain macaru ada juga yang hanya mengharurkan segehan agung. “Pada Sasih Kalima Petapakan Ida Bhatara akan tedun ngider bhuana. Ida Bhatara macecingak ke masyarakat,” ungkapnya seraya menyatakan pelaksanaan upacara macaru pada Kajeng Kliwon Uwudan atau sebelum datangnya Tilem. 

Baca Juga: Dicurhati Nelayan Sorong, Kaesang Akan Ngadu ke Bapak

Widiada mengaku pelaksanan upacara pada saat Sasih Kasanga dilaksanakan sebelum Hari Raya Nyepi.

Biasanya saat itu biaya yang diperlukan sekitar Rp75 juta. “Dana ini ditanggung seluruhnya oleh desa adat,” ucapnya. 

Menurutnya, upacara macaru pada setiap sasih ini layaknya upacara nangluk merana.

Pelaksanaannya juga erat kaitannya dengan cerita yang berkembang di masyarakat.

“Ini berdasarkan cerita, pada Sasih Kaenam ada pelepasan sasab, itu yang diyakini masyarakat. Sehingga dengan nyomiang Bhuta Kala dan macaru astungkara masyarakat rahayu,” jelasnya. (*)

 

 

KAMPANYE DI KARANGTURI: Alexandra Wasito, pendiri organisasi Padamu Indonesia berkampanye pemanfaatan air hujan sebagai solusi atasi kelangkaan air bersih, Air Untuk Anak Bangsa di SMA Karangturi.
KAMPANYE DI KARANGTURI: Alexandra Wasito, pendiri organisasi Padamu Indonesia berkampanye pemanfaatan air hujan sebagai solusi atasi kelangkaan air bersih, Air Untuk Anak Bangsa di SMA Karangturi.
DI SLEMAN: Organisasi Padamu Indonesia melakukan studi lanjut ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Dusun Tempursari, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.
DI SLEMAN: Organisasi Padamu Indonesia melakukan studi lanjut ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Dusun Tempursari, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.
Editor : I Made Mertawan
#bali #hindu #macaru