TABANAN, BALI EXPRESS – Setiap pura memiliki sejarah masing-masing. Seperti pura yang ada di Desa Adat Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan.
Pemangku Pura, Jro Mangku I Made Subakti, mengatakan, tidak ada purana yang menjelaskan asal- usul pendirian Pura Dalem Tungkub Mengwi.
“Pura ini disebutkan berdiri pada masa pemerintahan Ida Cokorda Mengwi, sesudah berkeraton di Puri Agung Mengwi sekarang atau sezaman dengan Taman Ayun, sekitar tahun 1634 masehi,” jelas Mangku Subakti.
Berdirinya Pura Dalem Tungkub Mengwi, lanjutnya, diyakini berdasarkan hasil meditasi Ida Cokorda Mengwi pada saat itu.
Tujuannya untuk mempertahankan kebesaran dan kewibawaan Puri Mengwi dalam mengayomi masyarakatnya.
Selain itu, untuk mencari rahasia kekuatan alam semesta di tempat sepi yang jauh dari keramaian bisingnya pergolakan hidup.
Pura Dalem Tungkub diyakini sebagai tempat memuja Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Dewa Siwa dengan saktinya berupa Bhatari Durga dengan gelar Ida Bhatara Dalem Tungkub.
Sejak zaman dahulu pura ini dipandang sebagai tempat paruman para dewa.
Setiap keluarga puri mengalami kesulitan, selalu memohon anugerah kepada Ida Bhatara Dalem Tungkub agar dapat mengatasi segala cobaan dan godaan hidup.
Di samping itu, juga untuk tempat pasupati barong, randa dan pratima lainnya.
Sejarah berdirinya Pura Dalem Tungkub Mengwi terkait dengan berdirinya Desa Adat Umabian.
Penghuni Desa Adat Umabian merupakan utusan Ida Cokorda Mengwi yang mengiringi Patih Jero Gede Bakungan untuk menjaga kesucian dan kelestarian pelinggih Ida Bhatara Dalem Tungkub.
“Zaman dahulu Desa Adat Umabian adalah banjar adat yang merupakan kesatuan dengan Desa Adat Denkayu. Karena berbagai persoalan, Banjar Adat Umabian memekarkan diri menjadi Desa Adat Umabian,” imbuhnya.
Pemeliharaan Pura Dalem Tungkub diserahkan kepada Desa Adat Umabian.
Editor : Nyoman Suarna