Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sloka 27 Sarasamuscaya: Perbuatan Mulia sebagai Pondasi

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 13 Desember 2023 | 22:53 WIB
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, I Made Danu Tirta sebut Sloka 25 kitab Sarasamuscaya menekankan manusia Hindu agar selalu mlangkah di jalan dharma.
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, I Made Danu Tirta sebut Sloka 25 kitab Sarasamuscaya menekankan manusia Hindu agar selalu mlangkah di jalan dharma.

BALI EXPRESS- Perbuatan mulia adalah tingkah laku baik dan sesuai norma yang dilaksanakan oleh manusia. Sangat banyak klasifikasi tindakan baik seperti dermawan, sopan santun, ramah, aktif menolong orang lain, rela berkorban demi kepentingan bersama, dan lain sebagainya.

Hal ini diungkapkan oleh Penyuluh Agama Hindu di Bali I Made Danu Tirta. “Setiap insan yang lahir di dunia ini diharapan konsisten melaksanakan perbuatan mulia. Perbuatan mulia ibarat pondasi yang memperkuat dan meningkatkan kemanfaatan hidup manusia di dunia ini,” jelasnya.

Dia juga menerangkan, setiap manusia yang mampu merealisasikan perbuatan mulia pada nantinya akan mampu memberikan pengaruh tersendiri, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Perbuatan mulia juga merupakan bagian dari karma diri yang harus diusahakan demi mencapai hasil terbaik mengisi kesempatan hidup terlahir sebagai manusia. 

Eksistensi perbuatan mulia sebagai karma, tentunya menggandeng aspek pahala (hasil).

Setiap aksi atau karma yang ditorehkan oleh manusia akan menghasilkan pahala.

Terkait dengan pahala melaksanakan perbuatan mulia, dijelaskan dalam kitab Sarasamuccaya sloka 27 terbitan Ditjen Bimas Hindu, sebagai berikut: 

Kunang ikang wwang gumawayikang śubhakarma, janmanyan sangke ring swarga dĕlaha, lituhayu maguṇa, sujanma, sugih, mawīrya, phalaning śubhakarmāwasāna tinĕmunya.

Terjemahannya:

Adapun orang yang mengerjakan perbuatan mulia/kebajikan, penjelmaannya dari surga kelak akan berparas rupawan, gunawan, muliawan, kaya, berkuasa.  Hal itu merupakan hasil dari perbuatan mulia yang diperolehnya.

“Petikan sloka di atas menerangkan bahwa orang yang aktif berbuat mulia, bila dilahirkan kembali maka sejatinya adalah kelahiran dari surga. Lahir kembali dengan sumber asal dari surga merupakan kelahiran utama. Itulah salah satu sisi pahala dari konsistensi berbuat mulai dari manusia,” imbuh Danu.

Tidak hanya itu, perbuatan mulia juga memberikan pahala kompleks bagi fisik dan arah hidup manusia.

Kitab Sarasamuccaya sloka 27 kembali memberikan penegasan bahwa perbuatan mulia yang dilakukan oleh manusia ketika hidup.  

Nantinya akan menjadikan kelahiran kembali dari manusia tersebut sebagai insan cantik, ganteng, berilmu dan berguna bagi orang lain, sejahtera serta berpotensi mendapatkan kepercayaan untuk mengisi sebuah tampuk kekuasaan. 

“Mari secara bersama memanfaatkan kesempatan hidup untuk berbuat mulia. Perbuatan mulia merupakan investasi karma yang utama, agar nantinya memberikan arah terbaik bagi kelahiran berikutnya, bahkan menjadi modal pokok untuk mampu menyatu dengan-Nya,” pungkas Danu Tirta.  (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Sarasamuscaya #sloka #perbuatan mulia