Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu di Bali: Masuk ke Jeroan Pura Dalem Tungkub Pantang Gunakan Sandal, Ini Akibatnya bila Berani Melanggar

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 14 Desember 2023 | 14:39 WIB
Suasana Pura Dalem Tungkub di Desa Adat Umabian, Desa Peken, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali.
Suasana Pura Dalem Tungkub di Desa Adat Umabian, Desa Peken, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS- Sejumlah pura di Bali memiliki keunikan. Mulai dari tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun maupun pantangan yang dipegang teguh oleh pengempon pura.

Salah satunya di Pura Dalem Tungkub, Desa Adat Umabian, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali.

Ketika nangkil dan memasuki areal utama mandala pura, pamedek pantang menggunakan alas kaki.

Hal itu diungkapkan oleh pemangku Pura Dalem Tungkub Jro Mangku I Made Subakti, Rabu 13 Desember 2023.

“Uniknya pura ini pantang menggunakan alas kaki ketika masuk ke utama mandala pura,” jelasnya.

Pantangan itu pun telah berlaku secara turun-temurun. Jika dilanggar akan mengakibatkan kelinglungan orang yang masuk ke pura.

“Kalau dilanggar itu bisa membuat linglung. Sempat dulu ada yang menggunakan sandal, linglung tidak tahu arah,” ujar Mangku Subakti.

Dalam menetralisirnya dapat dilakukan dengan nunas guru piduka. Pantangannya itu pun ada karena sejak dulu diyakini jeroan pura sebagai antena penghubung pertiwi dan akasa (tanah dan langit).

Mangku Subakti juga menjelaskan sumber data tentang asal-usul pendirian pura ini tidak ada purana secara pasti dan jelas yang khusus menyebutkan tentang Pura Dalem Tungkub ini.

“Pura ini berdiri pada saat pemerintahan Ida Cokorda Mengwi sesudah berkeraton di Puri Agung Mengwi sekarang dengan bertaman di Taman Ayun sekitar tahun 1634 masehi. Berdirinya Pura diyakini berdasarkan hasil meditasi spiritual Ida Cokorda Mengwi pada saat itu,” jelas Mangku Subakti.

Hal itu dalam rangka mempertahankan kebesaran dan kewibawaan Puri Mengwi mengayomi kehidupan manusia.

Umat manusia dipandang perlu mencari tempat sepi jauh dari keramaian bisingnya pergolakan hidup kemanusiaan yang bertujuan untuk mencari rahasia kekuatan alam semesta.

Dalam usaha itu muncul lah kekuatan spiritual di pinggir sungai Yeh Sungi hingga sampai saat sekarang ini diwariskan sebagai tempat suci.

Sebagai tempat memuja manifestasi Ida Sang Hyang Widhi sebagai saktinya Siwa yakni Bhatari Durga dengan gelar Ida Bhatara Dalem Tungkub.

Dari sejak zaman dahulu pura ini dipandang sebagai tempat paruman para Dewa-Dewa.

Hingga saat ini setiap angga puri mengalami kesulitan selalu memohon panugrahan Ida Bhatara Dalem Tungkub agar dapat mengatasi segala cobaan dan godaan hidup. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #hindu #pura #tradisi