BALI EXPRESS - Tari joged bumbung pingit di Pura Dalem Sasih, Banjar Sasih, Desa Adat Panjer, Denpasar, Bali mempunyai gerak yang sangat sederhana dan memiliki nilai-nilai ritual yang penuh dengan rasa bhakti.
Selain itu, tarian ini juga tanpa lakon yang merupakan ciri tari persembahan. Pakem gerakan yang umum dipakai oleh tari joged pingit ini adalah ngelier, seledet, nyalud, ngeliput kipas, ulap-ulap, ngegol dan ngagem nyeleog.
Dikatakan Pemangku Pura Dalem Sasih, Jro Mangku Made Rapog, dalam pementasan gerakan tari dibagi menjadi dua gerak yaitu bagian pepeson dan ibing-ibingan.
Sedangkan untuk tata rias muka yang dipergunakan hampir sama dengan penari Bali wanita pada umumnya, yaitu kecek putih, eyesadow, dan lipstik.
Busana yang dipergunakan tarian joged pingit adalah gelungan (hiasan kepala), baju putih, kamen putih, angkin geringsing, simping kulit, badong kulit, tutup dada, selendang berwarna kuning, ampok-ampok, gelang kana, ampok-ampok kulit, lamak kulit.
Sedangkan properti yang dipakai hanya berupa kipas.
Pementasan tari joged bumbung pingit juga tidak terlepas dari bebantenan yang dipergunakan yaitu prayascita.
Kemudian masyarakat Banjar Sasih mempersiapkan banten pemendakan dan banten pejati untuk mapekeling penari sebelum melakukan pementasan.
Pementasan tari joged bumbung pingit dilaksanakan di sebuah panggung yang terletak di jaba tengah Pura Dalem Sasih (halaman pura sisi tengah).
Ukuran panggung tersebut 5x6 meter, kurang lebih setengah meter dari tempat duduk penonton.
“Sedangkan di sisi kiri atau sebelah utara terdapat gambelan, sekaligus tempat bagi penabuh memainkan gambelan ketika pementasan,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna