Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Ini Rangkaian Prosesi Pasupati Pusaka di Pura Pengaruman saat Tumpek Landep

I Putu Mardika • Selasa, 26 Desember 2023 | 17:54 WIB
PROSESI: Rangkaian prosesi pasupati pusaka milik warga Banjar Paketan, Buleleng, Bali di Pura Pengaruman saat hari suci Tumpek Landep.
PROSESI: Rangkaian prosesi pasupati pusaka milik warga Banjar Paketan, Buleleng, Bali di Pura Pengaruman saat hari suci Tumpek Landep.

BALI EXPRESS - Bendesa Adat Buleleng, Jro Nyoman Sutrisna menjelaskan, sesuai tradisi Bali yang sudah berjalan pada hari Tumpek Landep, krama di Desa Adat Buleleng yang memiliki senjata seperti keris atau tombak membawa senjata-senjata milik mereka (nedunang) menuju Pura Pengaruman untuk dipasupati.

Adapun prosesi upacara Pasupati di Banjar Paketan, diawali dengan paruman (rapat). Sebelum upacara pasupati di Pura Pengaruman berlangsung, masyarakat mengadakan pertemuan untuk membahas hal-hal terkait dengan upacara tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan Matur Piuning.

 “Matur piuning merupakan upacara penyampaian permakluman sekaligus memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan tuntunan dalam melaksanakan Upacara Pasupati,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tempat untuk Matur Piuning adalah di Pura Pengaruman dan Pura Taman.

Kegiatan Matur Piuning dilaksanakan pada hari Wraspati Umanis Wuku Sinta.

Sarana untuk upacara Pasupati di Pura Pengaruman Banjar Paketan jumlahnya sangat banyak.

Maka dari itu, dalam mempersiapkan sarana dan prasarana tersebut, melibatkan banyak orang, baik itu pengayah laki-laki maupun pengayah istri atau serathi banten, yaitu orang yang benar-benar mahir dan ahli di bidang pembuatan sarana upakara.

Selanjutnya dilakukan Upacara Nunas Tirta Pakuluh.

Prosesi dilaksanakan di seluruh pura di wewidangan (wilayah) Banjar Paketan dan di kota Singaraja, di antaranya Tirta Pura Khayangan Tiga, Tirta Pura Pengaruman, Tirta Pura Taman, Tirta Pura Siwa Sapujagat, dan Khayangan-khayangan lainnya yang dianggap perlu.

Dengan tirta ini diharapkan upacara Pasupati berjalan dengan sempurna sesuai dengan tujuannya.

Tirta yang sudah dimohon selanjutnya ditempatkan di sanggar tawang. Kemudian dipendak melalui upacara pemendakan siniwi saat tirta digunakan.

Setelah semua pratima pralingga selesai dihiasi, dilanjutkan dengan melasti ke segara (pantai).

Tujuannya untuk memohon anugerah kepada Bhatara Baruna agar upacara dapat disucikan dan berjalan dengan lancar.

Kemudian dilanjutkan dengan Puncak Karya (upacara puncak). Puncak upacara Pasupati di Pura Pengaruman dipimpin oleh Jro Mangku Gede Pengaruman dan Jro Mangku Gede Sapujagat.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #pasupati #Pusaka #Pura Pengaruman #Prosesi #Tumpek Landep #tradisi