BALI EXPRESS - Agama Hindu mengenal aksara suci "Om", bahkan setiap mantra diawali dengan akasara "Om". Ternyata aksara tersebut memiliki makna dan keagungan tersendiri.
Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo, menjelaskan, dalam Srimad Bhagawad-gita 7.8, Sri Krishna bersabda, "Pranavah sarva-vadesu".
Artinya, Aku adalah Pranavah atau aksara suci Om dalam seluruh Weda. Om kata suci dan agung, dipakai dalam banyak hubungan.
"Kata Om dianggap mempunyai kekuatan gaib dan sakti. Kata ini banyak dipakai dalam kitab Aranyaka dan Upanisad," jelasnya.
Om berasal dari aksara A, U dan M. Huruf A menunjukkan Brahma sebagai pencipta, U menunjukkan Wisnu sebagai pemelihara, dan M menunjukkan Siwa sebagai pemralina.
Aris mengungkap, kata ini pada mulanya dipakai di dalam kitab Yayur Weda dan diartikan sebagai Brahman yang Utama.
"Jadi OM tiada lain adalah Tuhan Yang Maha Esa sendiri dalam bentuk huruf suci," imbuhnya.
Dalam aksara suci Om terdapat berbagai macam sakti atau kekuatan. Sakti atau kekuatan yang muncul sangat ditentukan oleh hasrat batin orang yang mengucapkannya.
Semakin bersih dan suci batin seseorang yang mengucapkannya, semakin bersih dan suci pula sakti atau kekuatan yang akan muncul dalam diri sang bhakta.
Aksara suci Om mengantarkan orang pada pintu gerbang kerohanian batin dan akhirnya mendapatkan kebahagiaan. Dengan kekuatan suci inilah para bhakta Tuhan yang tunduk hati menyapu kotoran-kotoran batinnya, mem-prayascita dirinya dari dosa-dosa, kemarahan, nafsu dan lainnya.
Dalam kitab Mandukya Upanisad dikatakan bahwa aksara suci Om bersifat kekal abadi. Om adalah Brahman, seluruh alam semesta ini, dirasakan dan dibayangkan adalah Om.
Aksara suci Om adalah satu-satunya aksara yang dipergunakan dalam setiap awal sebuah mantra.
Oleh karena itu aksara suci Om adalah perwujudan Tuhan Yang Maha Esa. Jika Om diucapkan mengawali doa mantra dengan batin yang suci dan sraddha yang mantap maka Om akan menyempurnakan mantra tersebut dan memberikan hasil yang sempurna.
Editor : Nyoman Suarna