Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soal Tugas Istri ke Suami, Penyuluh Agama Hindu Ungkap Isi Kitab Manawa Dharmasastra

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 9 Januari 2024 | 16:41 WIB
TUGAS: Seorang istri memiliki tugas terhadap suami. Hal tersebut diungkap dalam Kitab Manawa Dharmasastra oleh penyuluh agama Hindu.
TUGAS: Seorang istri memiliki tugas terhadap suami. Hal tersebut diungkap dalam Kitab Manawa Dharmasastra oleh penyuluh agama Hindu.

BALI EXPRESS – Agama Hindu mengajarkan bahwa seorang istri memiliki tugas mulia kepada suaminya.

Seorang istri haruslah setia dan percaya kepada suaminya. Kesetiaan dan kepercayaan ini sangat penting dilakukan oleh seorang istri dalam rangka membina kerukunan, kebahagiaan, dan keutuhan rumah tangganya.

Kesetiaan ini ditunjukkan dengan tidak meninggalkan suaminya sampai akhir hayatnya atau tidak berselingkuh, tidak ada niat untuk bercerai, percaya kepada suaminya, tidak menyakiti hati suaminya, serta bentuk-bentuk kesetiaan yang lain.

Di samping itu, seorang istri hendaknya selalu berusaha tidak bertindak sendiri-sendiri dengan meninggalkan suaminya.

Sebab, bila sampai seorang istri meninggalkan suami dan anak-anaknya maka hal ini akan mengakibatkan malu yang sangat besar bagi dirinya sendiri dan keluarga kedua belah pihak, baik keluarga pihak suami maupun keluarganya sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Penyuluh Agama Hindu, Ni Luh Sri Kusuma Dewi.

Terkait tugas seorang istri, dia menyampaikan beberapa kutipan Kitab Manawa Dharmasastra, sebagai berikut:

“Wayabhicarattubhartuh stri loke prãpnoti nindhyatam

rigãlayonim prãpnoti papa rogai ca cocyate (Manawa Dharmasastra adhyaya V sloka 164) 

Artinya: 

Dengan melanggar tugas-tugas suci terhadap suaminya, seorang istri adalah terhina dalam hidup di dunia ini. Setelah mati rohnya masuk dalam kandungan srigala dan disiksa oleh kesakitan sebagai ganjaran atas dosa-dosanya.

Sã bhãryã yã sucirdaksã 

sã bhãryã yã pativatã 

sã bhãryã yã patipritã 

sã bhãryã satyavãdini (Nitisastra. IV. 13)

 Baca Juga: Lirik Lagu ‘Sinyal Selingkuh’ yang Dipopulerkan oleh Penyanyi Bali Margie

Artinya: 

Seorang istri ialah ia yang berhati suci dan cerdas, seorang istri ialah ia yang setia pada suami, seorang istri adalah ia yang dengan cintanya menyebabkan suaminya berbahagia, istri adalah dia yang selalu berkata-kata jujur.

Sadã prahristayã bhãwyam grihakãryesu daksaya, 

susamskritopaskarayã wyaye cãmuktahastayã (Manawa Dharmasastra adhyaya V sloka 150).

Artinya: 

Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan rumah tangga, cermat dalam membersihkan alat-alat rumah tangga serta hemat dalam mengeluarkan biaya. 

Mrite bhartari sãdhwi stri bharmacarye wiawasthitã 

suargam gaccyatyaputrapo yathã te bhrahmacãrinah (Manawa Dharmasastra.V.160)

 Baca Juga: Penyanyi Bali Margie Rilis Ulang Lagu ‘Sinyal Selingkuh’, Lebih Energik dengan Versi Koplo

Artinya: 

Seorang istri yang berhati mulia yang selalu suci setelah suaminya meninggal, mencapai surga walaupun ia tanpa anak keturunan sama sebagai laki-laki suci.

 

Patim yã nãbhicarati manowãgdehasamyutã sã bhartrilokam ãpnoti sadbhih sãdhwiti cocyate (Manawa Dharmasastra adhyaya V sloka 165). 

 

Artinya: 

Ia yang mengendalikan pikirannya, kata-katanya, serta perbuatan-perbuatannya, tidak pernah menjelek-jelekkan suaminya, adalah istri yang berbudi mulia dan setelah meninggal akan tinggal bersama suaminya di surga.

 

“Berdasarkan rangkuman dari beberapa kutipan susastra Hindu tersebut, terdapat kewajiban lain dari seorang istri yang harus dipenuhi. Seorang istri harus pandai membawa diri dan pandai pula mengatur dan memelihara rumah tangga agar harmonis,” jelas Sri.

Baca Juga: Lirik Lagu 11 Januari milik Band GIGI  

Selain itu Sri juga menerangkan,  sang istri harus pandai dalam mengatur keuangan rumah tangga atau harus bisa bersikap hemat dan ekonomis. Tidak glamor atau ingin bergaya hidup mewah.

Pandai mengatur dan mengurus alat-alat rumah tangga.  Selalu bersikap dan berwajah cerah, berperilaku manis tidak cemberut, berhati suci, mulia dan cerdas. Tidak menjelek-jelekkan suaminya, dalam keadaan apapun suaminya itu. 

Selalu bersikap dan berpikiran jujur, serta mampu mengendalikan pikiran, perkataan dan perbuatannya.

“Seorang istri wajib menjaga keutuhan rumah tangganya. Jika istri ditinggal suami karena tugas keluar daerah dengan tidak meninggalkan jaminan kebutuhan hidupnya, maka istri wajib bekerja untuk menunjang hidupnya, asal pekerjaannya tidak bertentangan dengan norma kesopanan sebagai seorang wanita,” pungkas Sri.

Editor : Nyoman Suarna
#kitab #Manawa Dharmasastra #hindu #tugas #suami #istri