BALI EXPRESS - Pada era modern ini semua hal dapat berlangsung secara mudah. Seperti halnya mencari ataupun mendapatkan informasi.
Semua kegiatan atau informasi yang sedang trending di sosial media dapat diakses secara mudah melalui internet, baik itu situs web, aplikasi, maupun sosial media lainnya.
Perkembangan sosial media dari masa ke masa selalu mengalami perubahan dan jenisnya juga beragam.
Sosial media telah digunakan dari berbagai kalangan usia, sudah sangat melekat dengan kehidupan masyarakat.
Penyuluh Agama Hindu, Ni Luh Sri Kusuma Dewi, menerangkan, menyikapi perkembangan sosial media harus diimbangi dengan kesiapan dari para penggunanya dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Media sosial memiliki peran ganda. Jika digunakan secara bijak untuk hal positif, maka akan sangat bermanfaat, termasuk untuk pembinaan keagamaan.
“Namun jika digunakan untuk hal negatif maka akan menghancurkan kehidupan. Bahkan sebagian orang sengaja membaca atau melihat informasi yang sedang trending demi memenuhi kebutuhan informasinya,” jelas Sri.
Sebagai penikmat sosial media sudah seharusnya bisa memfilter informasi yang disajikan lewat sosial media dan bersikap bijak dalam menggunakan sosial media.
Jika tidak, mungkin hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi, sehingga dalam bersosial media diperlukannya wiweka.
Seperti tertuang dalam Nitisastra Sargah 5 bait 3:
Wasita nimitanta manemu Laksmi
Wasita nimitanda manemu duka
Wasita nimitanta manemu mitra
Wasita nimitanta pati kapangguh
Artinya :
Dengan berbicara bisa menemukan kebahagiaan
Dengan berbicara bisa menemukan masalah
Dengan berbicara bisa menemukan kematian
Dengan berbicara bisa menemukan sahabat
Baca Juga: Viral Wisatawan Merasa Dipalak di Bangli, Pihak Pengelola Air Terjun Tibumana Beri Penjelasan
“Sastra tersebut dengan jelas mengatakan bahwa segala yang kita ucapkan akan membawa pengaruh baik dan buruk. Sebab apa yang selalu kita ucapkan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan kita akan menjadi karakter kita. Maka di sini perlunya wiweka dalam memilah dan memilih perkataan yang baik demi sesuatu yang baik,” tegas Sri.
Sebab, jika sesuatu yang dikatakan telah menjadi sebuah kebiasaan bahkan telah menjadi karakter, maka akan sampai pada sebuah tindakan yang mencerminkan karakter yang dimiliki.
Editor : Nyoman Suarna