BALI EXPRESS - Menurut tokoh masyarakat Banjar Sumawang, I Gusti Made Ruma Tenaya, sesuai tradisi tari Baris Cina di Pura Giri Kusuma, Sanur Bali dipentaskan serangkaian upacara piodalan atau karya besar, serta ada wabah penyakit yang di Sumawang.
Pementasan Tari Baris Cina dimulai dengan persembahyangan bersama yang dilakukan oleh para penari, penabuh serta seluruh masyarakat penyungsungnya.
Sebelum pementasan, pemangku menghaturkan pejati atau pekeling ke hadapan Baris Papajar.
Ada juga banten pekeling dan segehan putih kuning dihaturkan di padmasana.
Kemudian banten pekeling, segehan poleng, tipat gong dan sasap dihaturkan pada tetangguran atau gamelan pengiring tari.
Pekeling dan segehan panca warna juga dihaturkan di gedong tempat penyimpanan topi dan pedang (pakaian) Baris Cina.
Saat pementasan akan dimulai, di tempat pementasan dihaturkan banten berupa segehan putih kuning, segehan poleng, penyamblehan, base rajang, pasepan, dan tetabuh berupa arak brem.
Setelah pementasan, masyarakat melakukan persembahyangan sebelum senjata berupa dua buah pedang dan sepasang topi penari Baris Cina yang disakralkan disimpan di tempatnya.
“Persembahyangan ini diartikan sebagai ucapan terimakasih kepada Ida Ratu Tuan sekaligus permohonan maaf jika pelaksanaan upacara saat pementasan ada kekurangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada gerakan dari Tari Baris Cina juga terdapat unsur-unsur pencak silat dari aliran Cikaret atau Cikalong, seperti gerakan menghindar yang disebut dengan depok, serta gerakan menangkis yang disebut dengan gerakan potong rambut.
Gerakan-gerakan tari Baris Cina menggambarkan kesiap-siagaan pasukan menghadapi musuh yang sewaktu-waktu datang mengancam. Mereka juga terlihat membawa pedang sebagai senjata.
Penari Baris Cina semua laki-laki, terbagi atas dua kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 13 orang, termasuk seorang komandan yang disebut dengan pengater.
Kelompok pertama memakai pakaian hitam sehingga disebut dengan Baris Selem, sedangkan kelompok kedua memakai pakaian putih disebut dengan Baris Putih.
“Masing-masing pengater Baris Cina memperlihatkan kebolehannya dengan menari secara bebas di tengah arena. Pengater memperagakan gerak pencak silat dengan membawa senjata pedang,” sebutnya.
Editor : Nyoman Suarna