BALI EXPRESS - Tari Baris Sumbu menjadi ikon Desa Adat Semanik, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung.
Tarian ini erat kaitannya dengan tradisi Neduh menggunakan sarana berupa bambu yang ujungnya dihiasi tipat, bantal dan belayag.
Seperti diketahui, Desa Pelaga terdiri dari delapan banjar adat, yaitu Banjar Adat Semanik, Banjar Adat tiyingan, Banjar Adat Auman, Banjar Adat Nungnung, Banjar Adat Kiadan, Banjar Adat Bukian, Banjar Adat Pelaga dan Banjar Adat Tinggan.
Kedelapan banjar tersebut melaksanakan upacara Neduh, tetapi yang paling unik ada di Banjar Adat Semanik. Karena banjar ini satu-satunya yang mementaskan Tari Baris Sumbu pada saat upacara Neduh.
Tari Baris Sumbu berfungsi untuk melengkapi pelaksanaan upacara tersebut.
Bendesa Adat Semanik, Gusti Lanang Umbara menjelaskan, perlengkapan yang unik dalam Tari Baris Sumbu, di antarnya menggunakan sarana atau alat yang terbuat dari sebatang bambu.
Bambu tersebut dibuat berbentuk sumbu dengan panjang kira-kira 2 meter. Ujungnya dilengkapi dengan sarana tipat bantal belayag.
Tak seperti penari baris pada umumnya yang menggunakan busana khusus, penari Baris Sumbu hanya mengenakan pakaian adat ke pura, seperti destar, kamen, dan kampuh. Selain itu, gerakan penari Baris Sumbu juga tidak tertata.
“Artinya tidak ada pakem pakem khusus, seperti agem, komposisi dan gerakan khusus, sehingga tari ini bisa ditarikan oleh siapapun, asalkan sudah menginjak dewasa (teruna),” jelasnya.
Para penari yang sudah menginjak masa remaja/teruna akan menunjukkan kedewasaannya dengan ngayah menari waktu pelaksanaan upacara Neduh.
Tidak ada pakem berupa gerakan khusus dalam tarian Baris Sumbu. Gerakannya sangat sederhana, hanya memegang sumbu kemudian berjalan (nayog) mengelilingi panggungan banten sebanyak tiga kali dengan putarannya ke arah kanan.
Karena tari Baris Sumbu ini menekankan pada pelaksanaan upacara Dewa Yadnya Neduh di Desa Adat Semanik.
Editor : Nyoman Suarna