Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Ditarikan Empat Remaja, Penari Baris Sumbu Bagikan Tipat dan Bantal untuk Tujuan Ini

I Putu Mardika • Rabu, 17 Januari 2024 | 17:17 WIB
BAGI BANTAL: Tari Baris Sumbu di Desa Adat Semanik ditarikan empat remaja. Para penari membagikan bantal dan ketupat kepada masyarakat.
BAGI BANTAL: Tari Baris Sumbu di Desa Adat Semanik ditarikan empat remaja. Para penari membagikan bantal dan ketupat kepada masyarakat.

BALI EXPRESS – Pementasan tari Baris Sumbu terdiri dari 4 orang remaja yang diawali berdiri di setiap sudut panggungan banten (tempat menata dan menaruh upakara).

Kemudian para penari akan menari secara sederhana dengan mengitari panggungan sebanyak tiga kali, berputar ke arah kanan atau prasawya.

Setelah berputar sebanyak tiga kali, keempat sumbu tersebut akan berkumpul di natar pura. Selanjutnya isi sumbu berupa tipat atau ketupat, bantal dan lainnya ditaburkan atau dibagikan ke masyarakat. Masyarakat akan berebut untuk mendapatkan tipat dan bantal tersebut.

Bendesa Adat Semanik, Gusti Lanang Umbara menjelaskan, tipat dan bantal yang didapatkan oleh masyarakat akan disebar di kebun masing-masing.

Kemudian diperciki tirta air suci yang didapat melalui sujang. Harapannya agar mendapat anugerah berupa kesuburan, kemakmran, kebahagiaan bahkan kekuatan.

Tidak ada persyaratan khusus untuk dapat menarikan tari Baris Sumbu. Hanya saja anggotanya harus sudah menginjak remaja atau disebut teruna yang merupakan warga Desa Adat Semanik. 

Pakaian atau hiasan penarinya juga sederhana, hanya menggunakan pakaian adat ke pura seperti kamen, saput, baju putih, destar atau udeng. “Iringan tarinya menggunakan tetabuhan gong kebyar,” paparnya.

Tari Baris Sumbu merupakan bagian tari wali Bali, dalam kaitannya dengan upacara Neduh di Desa Adat Semanik, Desa Pelaga kecamatan Petang. Sesuai tradisi, tarian ini harus dipentaskan pada saat upacara Neduh karena merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian upacara Neduh.

Tari Baris Sumbu,  menurut Bendesa Adat Semanik, Gusti Lanang Umbara, diwariskan secara turun-temurun. Dengan keyakinan yang dimiliki masyarakat, tarian ini berupaya dipertahankan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Diberi nama tari Baris Sumbu, karena dalam pementasanya para penari mengunakan sarana utama berupa sumbu,” paparnya.

Sumbu dibuat dari sebatang bambu yang ujungnya berbentuk bulat. Di dalamnya berisi berbagai sarana upacara seperti tipat atau ketupat, bantal, blayag dan sebagainya.

Ketupat atau tipat dilambangkan sebagai pradana atau simbul wanita (vagina), sedangkan bantal adalah simbol purusa atau laki-laki (phallus). Bantal terbuat dari campuran ketan yang dibungkus dengan daun kelapa berbentuk panjang.

Tipat dan bantal ini sebagai simbol penyatuan antara laki-laki dengan perempuan yang diharapkan memberi anugerah berupa kesuburan, kemakmran, kebahagiaan bahkan kekuatan.

Sarana upacara yang juga sangat penting dalam pementasan Baris Sumbu di Desa Adat Semanik adalah sapsap yang diikatkan di sumbu.

Sasap merupakan simbol yang disetarakan dengan cili. Sarana cili merupakan simbol Dewi Padi atau Dewi Sri sebagai lambang kesuburan.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #baris sumbu #remaja #bantal #tipat #tradisi #tari