Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Pesangkepan Tilem di Desa Batukaang, Bali: Wajib Diikuti Krama yang sudah Menikah, Ini Tujuannya

I Putu Mardika • Selasa, 23 Januari 2024 | 20:28 WIB
PESANGKEPAN: Bendesa Adat Batukaang, I Ketut Resep sebut, Pesangkepan Tilem wajib diikuti krama yang sudah menikah saat hari Tilem atau bulan mati.
PESANGKEPAN: Bendesa Adat Batukaang, I Ketut Resep sebut, Pesangkepan Tilem wajib diikuti krama yang sudah menikah saat hari Tilem atau bulan mati.

BALI EXPRESS - Desa Batukaang, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali memiliki tradisi unik. Tradisi unik tersebut berupa pesangkepan.

Pesangkepan merupakan bahasa Bali yang berasal dari kata sangkep yang berarti rapat atau pertemuan.

Namun sangkep atau pertemuan yang digelar warga adat Desa Batukaang, Kintamani, Bali berbeda dengan wilayah Bali lainnya. 

Jika warga di desa lain bisa menggelar pesangkepan sewaktu-waktu sesuai dengan kepentingan, di Desa Batukaang hanya digelar saat bulan mati atau Tilem.

Karena itu, pesangkepan ini disebut dengan pasangkepan Tilem atau pesangkepan yang digelar saat Tilem.

Pesangkepan Tilem dipimpin oleh seorang Jero Kabayan dan  hanya diikuti oleh krama yang sudah menikah.

Bendesa Adat Batukaang, I Ketut Resep mengatakan, tradisi ini sudah diwariskan secara turun- temurun.

“Pesangkepan dilaksanakan pada hari tilem. Pesertanya juga bukan sembarangan, melainkan krama yang sudah menikah,” jelasnya.

Pesangkepan Tilem dilaksanakan oleh masyarakat mulai pukul 19.00 hingga pukul  21.00 Wita, diawali dengan pemukulan kentungan (kul-kul) sebagai tanda pesangkepan dimulai.

“Pesangkepan Tilem diadakan sebagai bentuk rasa syukur dan menghormati para leluhur yang berstana di Pura Bale Agung,” ungkapnya.

Pesangkepan Tilem yang dilaksanakan di Bale Lantang Pura Bale Agung Desa Batukaang ini diikuti dengan penuh tata krama.

Pelaksanaannya memakai sarana seperti canang satu ceeng dan makanan dari ketan yang dipimpin oleh seorang Jero Kabayan.

Pesangkepan Tilem dilaksanakan untuk mendapatkan solusi melalui musyawarah. Pesangkepan diakhiri dengan makan makanan terbuat dari ketan secara bersama.

“Hal ini semakin menguatkan solidaritas sosial antar krama untuk melestarikan adat tradisi dan dresta kami yang sudah berlaku secara turun-temurun,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #tilem #pesangkepan #desa batukaang #tradisi #menikah