Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Delapan Ajaran Jadi Pemimpin Menurut Hindu, Bersumber dari Kisah Ramayana

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 24 Januari 2024 | 17:56 WIB
PEMIMPIN: Ajaran utama tentang kepemimpinan dalam tradisi Hindu ada delapan. Ajaran ini bersumber dari kisah Ramayana.
PEMIMPIN: Ajaran utama tentang kepemimpinan dalam tradisi Hindu ada delapan. Ajaran ini bersumber dari kisah Ramayana.

BALI EXPRESS - Dalam konteks kepemimpinan suatu bangsa, akan selalu ada individu yang memegang peran sebagai pemimpin.

Menurut Asta Brata, ajaran utama tentang kepemimpinan dalam tradisi Hindu, pemimpin yang baik diilustrasikan melalui berbagai aspek.

Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo mengatakan, Asta Brata sebenarnya merupakan petunjuk Sri Rama kepada Bharata (adiknya) yang akan dinobatkan sebagai raja Ayodhya dalam kisah Ramayana.

Asta Brata merupakan simbolisasi dari sifat-sifat mulia alam semesta yang seharusnya menjadi pedoman bagi setiap pemimpin.

Pertama, terdapat Indra Brata, di mana seorang pemimpin diharapkan menyerupai hujan yang senantiasa berupaya mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya, sambil membawa kesegaran dan kewibawaan.

“Kedua adalah Yama Brata. Pemimpin seharusnya mencontoh sifat-sifat Dewa Yama, yaitu berani menegakkan keadilan sesuai hukum atau peraturan yang berlaku untuk melindungi masyarakat," jelas Aris Widodo.

Ketiga, Surya Brata, menggambarkan pemimpin yang memiliki sifat-sifat seperti matahari.

Artinya, seorang pemimpin harus memberikan semangat dan kekuatan dalam kehidupan yang dinamis, serta berfungsi sebagai sumber energi.

Keempat, Candra Brata, menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat seperti bulan.

Pemimpin harus mampu memberikan penerangan bagi rakyatnya yang berada dalam kegelapan atau kebodohan, dengan wajah yang penuh kesejukan dan simpati agar masyarakatnya merasa aman dan nyaman.

“Kelima adalah Vayu Brata. Pemimpin diibaratkan seperti angin, senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat, memberikan kesegaran, dan turun ke bawah untuk memahami denyut kehidupan masyarakat yang dipimpinnya,” jelas Aris.

Keenam, Bhumi Brata (Danada), menggambarkan bahwa pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama dari bumi, yaitu teguh, menjadi landasan berpijak, dan memberikan segala yang dimilikinya untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketujuh, Varuna Brata, menginginkan pemimpin yang bersifat seperti samudra, memiliki wawasan luas, mampu mengatasi gejolak dengan bijaksana, penuh kearifan, dan kebijaksanaan.

Sedangkan yang kedelapan, Agni Brata, yaitu pemimpin harus memiliki sifat-sifat mulia seperti api.

“Seorang pemimpin harus bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, tetap teguh dalam prinsip, dan tegas dalam menindak atau menghanguskan yang bersalah tanpa memilih-milih,” pungkas Aris Widodo.

Editor : Nyoman Suarna
#pemimpin #kisah #hindu #ramayana #ajaran