Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Pajati sebagai Banten Pokok dalam Panca Yadnya Umat Hindu di Bali

Putu Agus Adegrantika • Senin, 29 Januari 2024 | 14:41 WIB
PEJATI: Banten Pejati, adalah salah satu dari berbagai upacara penting dalam tradisi Hindu Bali.
PEJATI: Banten Pejati, adalah salah satu dari berbagai upacara penting dalam tradisi Hindu Bali.

BALI EXPRESS – Dalam melaksanakan kegiatan keagamaan, umat Hindu di Bali tentu tidak asing dengan banten pajati.  

Banten adalah persembahan dan sarana bagi umat Hindu mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sang Pencipta. Salah satunya banten pajati.

Banten itu adalah buah pemikiran artinya pemikiran yang lengkap dan bersih. Bila dihayati secara mendalam, banten merupakan wujud dari pemikiran yang lengkap yang didasari dengan hati yang tulus dan suci.

Mewujudkan banten yang akan dapat disaksikan berwujud indah, rapi, meriah dan unik mengandung simbol, diawali dari pemikiran yang bersih, tulus dan suci.

Bentuk banten itu mempunyai makna dan nilai yang tinggi mengandung simbolis filosofis yang mendalam.

Banten itu kemudian dipakai untuk menyampaikan rasa cinta, bhakti dan kasih.

Sementara pejati berasal bahasa Bali, dari kata “jati” mendapat awalan “pa-“. 

Jati berarti sungguh-sungguh, benar-benar. Awalan pa- membentuk kata sifat jati menjadi kata benda pajati, yang menegaskan makna melaksanakan sebuah pekerjaan yang sungguh-sungguh.

Hal itu diungkapkan oleh Penyuluh Agama Hindu di Bali, Ni Wayan Suarti.

Dia juga menerangkan bahwa banten pajati adalah sekelompok banten yang dipakai sarana untuk menyatakan rasa kesungguhan hati kehadapan Hyang Widhi dan manifestasi-Nya.  

Pajati digunakan untuk melaksanakan suatu upacara dan mohon dipersaksikan, dengan tujuan agar mendapatkan keselamatan.

“Banten pajati merupakan banten pokok yang senantiasa dipergunakan dalam Pañca Yajña. Banten pajati sering juga disebut “Banten Peras Daksina,” paparnya.

Dia juga menerangkan unsur-unsur banten pajati, yaitu daksina, banten peras, banten ajuman rayunan/sodaan, ketupat kelnana penyeneng/tehenan/pabuat, pesucian, segehan alit, sarana yang lain berupa daun/plawa sebagai lambang kesejukan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Banten #pejati #hindu #pajati