BALI EXPRESS - Pura Ponjok Batu yang terletak di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali menjadi pura kahyangan jagat yang erat dengan kisah perjalanan Dang Hyang Nirartha saat melaksanakan perjalanan spiritual di Pulau Dewata.
Uniknya, ada sejumlah prosesi yang menarik dilaksanakan menjelang pujawali di pura yang berada di tepi pantai ini.
Pengempon Pura Ponjok Batu, Jro Mangku Pasek Sekalan menjelaskan, ada tiga waktu piodalan yang dilaksanakan secara periodik dari tahun ke tahun di Pura Ponjok Batu.
Yakni piodalan pada Sasih Kawulu Panglong Ping Pat adalah piodalan “Nebus Gelatik” dengan maturan upeti yang dilaksanakan oleh Desa Adat Bangkah.
Kemudian piodalan pada Sasih Kadasa, adalah piodalan yang dilaksanakan oleh Desa Adat Bangkah. Puncak piodalannya pada Purnama (Jyesta).
Selanjutnya piodalan Sasih Kasa, Panglong Ping Tiga adalah piodalan yang dilaksanakan oleh semua desa adat di Kecamatan Tejakula, namun yang menjadi penanggung jawab adalah warga di Desa Adat Bangkah.
Dijelaskan Mangku Pasek, perhitungan sasih menjadi pegangan secara periodik oleh krama pengemong Desa Adat Bangkah (Banjar Alas Sari).
Tiap piodalan harus sesuai dengan perhitungan yang sudah berjalan dari tahun ke tahun secara turun-temurun. Hal ini tidak boleh dilanggar.
Saat piodalan Sasih Kawulu pada pengelong ping pat (Dista), upacaranya disebut nebus gelatik.
Sedangkan piodalan Sasih Jyesta diperuntukkan bagi Ida Bhatara Lingsir Madue Karang atau disebut dengan Dewa Siwa. Yadnya pada Sasih Kasa, Penglong Ping Tiga dilaksanakan oleh semua desa adat di Kecamatan Tejakula.
Ada tradisi unik yang dilaksanakan menjelang piodalan di Pura Ponjok Batu, Kecamatan Tejakula, Buleleng Bali. Tradisi tersebut disebut dengan Menging yang dilaksanakan pada 12 hari sebelum piodalan.
Tradisi ini sama dengan nyengker dewasa di desa lain, untuk menentukan hari baik dalam pelaksanaan pujawali.
Editor : Nyoman Suarna