BALI EXPRESS - Di Pura Ponjok Batu, Kematan Tejakula, Buleleng, Bali terdapat pelinggih Dewa Ganesha. Keberadaan pelinggih tempat pemujaan untuk Dewa Ganesha ini baru diketahui tahun 1994.
Pelinggih ini kerap diwarnai dengan kejadian unik yang dialami para pemedek.
Pengempon Pura Ponjok Batu Jro Mangku Pasek Sekalan menjelaskan, ada pemedek khusus yang merupakan pemuja Ganesha di Pura Ponjok Batu dari tahun 2010.
Hal ini berawal dari sakit keras yang diderita, kemudian dia mendapat pawisik dan panugerahan dari Dewa Ganesha sehingga sembuh dari sakitnya.
“Banyak warga yang tahu riwayat hidupnya hingga mengabdikan diri sebagai pengiring Ganesha. Dia ngayah di Pura Ponjok Batu saat ada waktu walau tidak setiap hari, karena di pura juga sudah ada pemangku yang sudah memiliki jadwal ngayah,” ungkapnya.
Yang terlihat unik di sekitar arca Ganesha di Pura Ponjok Batu adalah terdapat beberapa arca Ganesha kecil yang ditaruh di sekitar palinggih Ganesha.
Menurut Mangku Pasek, arca tersebut adalah arca yang dikembalikan oleh umat yang memuja Ganesha di rumahnya.
“Karena ada sesuatu yang tidak diinginkan, seperti sakit, dan pawisik bahwa arca tersebut sebaiknya dikembalikan di Pura Ponjok Batu,” paparnya.
Pura Ponjok Batu yang terletak di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali menjadi pura kahyangan jagat yang erat dengan kisah perjalanan Dang Hyang Nirartha saat melaksanakan perjalanan spiritual di Pulau Dewata.
Uniknya, ada sejumlah prosesi yang menarik dilaksanakan menjelang pujawali di pura yang berada di tepi pantai ini.
Pengempon Pura Ponjok Batu, Jro Mangku Pasek Sekalan menjelaskan, ada tiga waktu piodalan yang dilaksanakan secara periodik dari tahun ke tahun di Pura Ponjok Batu.
Yakni piodalan pada Sasih Kawulu Panglong Ping Pat adalah piodalan “Nebus Gelatik” dengan maturan upeti yang dilaksanakan oleh Desa Adat Bangkah.
Kemudian piodalan pada Sasih Kadasa, adalah piodalan yang dilaksanakan oleh Desa Adat Bangkah. Puncak piodalannya pada Purnama (Jyesta).
Selanjutnya piodalan Sasih Kasa, Panglong Ping Tiga adalah piodalan yang dilaksanakan oleh semua desa adat di Kecamatan Tejakula, namun yang menjadi penanggung jawab adalah warga di Desa Adat Bangkah.
Dijelaskan Mangku Pasek, perhitungan sasih menjadi pegangan secara periodik oleh krama pengemong Desa Adat Bangkah (Banjar Alas Sari).
Tiap piodalan harus sesuai dengan perhitungan yang sudah berjalan dari tahun ke tahun secara turun-temurun. Hal ini tidak boleh dilanggar.