Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu Bali: Begini Makna Mengelilingi Lesung dan Megogo Gogoan saat Nelu Bulanin Bayi

I Putu Mardika • Rabu, 31 Januari 2024 | 17:49 WIB
MEGOGO-GOGOAN: Sesuai tradisi Hindu di Bali khususnya, saat upacara Nelu Bulanin bayi ada ritual mengelilingi lesung dan megogo gogoan yang sarat dengan makna.
MEGOGO-GOGOAN: Sesuai tradisi Hindu di Bali khususnya, saat upacara Nelu Bulanin bayi ada ritual mengelilingi lesung dan megogo gogoan yang sarat dengan makna.

BALI EXPRESS - Ada prosesi unik yang dilaksanakan saat upacara Nelu Bulanin sesuai tradisi Hindu di Bali khususnya.

Prosesi tersebut yakni si bayi mengelilingi lesung, kemudian dilanjutkan dengan Megogo Gogoan.

Prosesi ini, menurut Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. Wayan Murniti, M.Pd, sarat akan makna.

Lebih lanjut Murniti, memaparkan, rangkaian prosesi tersebut terkait dengan banten yang digunakan, di antaranya berupa banten penyambutan.

Banten ini bermakna untuk menyambut Sang Hyang Atma atau bayu pramana si bayi agar betul-betul ada pada raganya. Sehingga antara jiwa dan raga menyatu.

“Tujuannya agar jiwatman si bayi benar-benar kembali pada raganya,” terangnya.

Di samping itu, upacara ini juga merupakan pembersihan serta penegasan nama, karena serangkaian dengan upacara ini dilakukan upacara turun tanah.

Prosesi mengelilingi lesung maknanya untuk mengesahkan bahwa si bayi benar-benar anak manusia.

“Tongkat lidi merupakan simbul penuntunan kepada si bayi agar memiliki budhi pekerti. Kelak setelah dewasa, si bayi selalu berpijak kepada kebenaran atau kebajikan,” katanya.

Banten Megogo Gogoan bermakna untuk memberikan izin keselamatan kepada si bayi.

Prosesi Megogo Gogoan ini ibaratnya menguatkan kedudukan atman yang numitis (bereinkarnasi) di tubuh si bayi.

Saat upacara ini biasanya dilakukan pergantian gelang pada bayi, yang tadinya memakai gelang benang sedatu (benang tiga warna), diganti dengan gelang emas. 

“Pergantian gelang ini mengandung makna atau simbol bahwa si bayi telah terlepas dari pengaruh bhuta dan telah masuk ke alam kedewataan (ke alam kesucian),” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#nelu bulanin #bali #lesung #megogo gogoan #bayi #hindu #tradisi