Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Empat Materi Dharma Wacana dalam Hindu: Yang Terakhir harus Kuasai Ilmu Ekonomi

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 31 Januari 2024 | 18:54 WIB
WACANA : Dharma wacana dalam agama Hindu harus disesuaikan dengan tempat, situasi dan kondisi agar tidak bisa diterima pemirsa.
WACANA : Dharma wacana dalam agama Hindu harus disesuaikan dengan tempat, situasi dan kondisi agar tidak bisa diterima pemirsa.

BALI EXPRESS - Dalam Hindu terdapat beberapa macam dharma wacana berdasarkan tempat.

Dari tempat tersebut fungsi dharma wacana akan berbeda sehingga materinya juga akan berbeda.

Karena itu, seorang pendharma wacana harus mampu menyesuaikan materi yang akan disampaikan agar bisa diterima oleh pendengarnya.

Dikutip dari buku “Tuntunan Praktis Dharma Wacana bagi Umat Hindu” yang ditulis oleh I Nyoman Murba Widana, macam-macam dharma wacana tersebut terdiri dari dharma wacana yang dilaksanakan di instansi pemerintah.

Dharma wacana ini tentunya jauh berbeda dengan yang disampaikan di desa-desa. Oleh sebab itu pendharma wacana harus benar-benar menggunakan jnana.

Diperlukan kejelasan, ketepatan, dan kepastian dari isi dharma wacana yang disampaikan agar tidak berakibat fatal bagi pemerintah.

Selanjutnya adalah dharma wacana di pura.

Seperti diketahui pura adalah tempat suci bagi umat Hindu. Melaksanakan dharma wacana di pura tentunya harus berhati-hati agar pesan atau gagasan yang hendak disampaikan bisa diterima.

Pendharma wacana harus menunjukkan keakraban bertindak dharma, ahimsa, satya dan santi. Begitu juga bahasa yang digunakan harus menyesuaikan dengan kondisi setempat.

Jangan sekali-kali pendharma wacana mencemari kesucian pura, meskipun dengan kata-kata.

Ketiga adalah dharma wacana di sekolah.

Sebagai lembaga untuk menuntut ilmu, pendharma wacana harus mampu menggugah hati setiap siswa untuk meraih cita-cita.

Selain itu juga memiliki ilmu pengetahuan dari dasar segala perbuatan.

Hal itu tertuang dalam mantra Bhagavadgita bab IV.33, sebagai berikut :

Sreyan dravya mayad yajnaj jnana yajnah parantapa,

Sarvam karmakhilam partha jnana parisamapyate.

Artinya :

Persembahan berupa ilmu pengetahuan, peran tapa lebih bermutu daripada persembahan materi, dalam keseluruhannya semua kerja ini berpusat pada ilmu pengetahuan.

Berikutnya adalah dharma wacana yang dilakukan di perusahaan.

Isi dari dharma wacana di perusahaan ini berupa cara teknik untuk maju dalam perusahaan, tapi tidak menyimpang dari norma hukum dan norma agama.

Sebaiknya berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan produk dari perusahaan tersebut.

Editor : Nyoman Suarna
#dharma wacana #hindu #materi