Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berawal dari Kejadian Gaib, Pura Pusering Jagat Gelar Upacara Mapakelem di Telaga Maya, Begini Kisahnya

I Putu Mardika • Kamis, 1 Februari 2024 | 18:09 WIB
MAPAKELEM: Tradisi Mapakelem Telaga Maya yang digelar di Pura Pusering jagat berawal dari kejadian gaib.
MAPAKELEM: Tradisi Mapakelem Telaga Maya yang digelar di Pura Pusering jagat berawal dari kejadian gaib.

BALI EXPRESS - Jero Mangku Pura Pusering Jagat, Dewa Ngakan Putu Bagiana menjelaskan, di Pura Pusering terdapat upacara Mapakelem Telaga Maya yang dilaksanakan di tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat Desa Pejeng.

Lokasinya berada di areal jaba tengah atau jeroan Pura Pusering Jagat.

Tempat pelaksanaan upacara Mapakelem Telaga Maya di Pura Pusering Jagat disebut dengan Telaga Maya.

Dinamakan Telaga Maya karena tidak ada air di tempat yang mirip telaga tersebut.

Upacara mapakelem dilaksanakan pada puncak piodalan atau pedudusan ageng yang jatuh pada Purnamaning Sasih Karo.

“Upacara Mapakelem pada umumnya dilaksanakan di tempat-tempat yang memiliki sumber air seperti laut, danau dan hutan (rawa). Tapi di Pura Pusering Jagat, Mapakelem dilaksanakan di Telaga Maya yang tidak ada air sama sekali,” paparnya.

Mapakelem Telaga Maya dilaksanakan pada malam hari sekitar pukul 22.00 Wita. Persis dilakukan ketika masyarakat selesai menghaturkan banten piodalan.

Upacara Mapakelem di Pura Pusering Jagat mempergunakan sarana berupa sesajen/banten upakara seperti perasantun, suci saji, sorohan, pengelukatan jangkep.

Selain itu juga memakai dua ekor bebek putih berjenis kelamin jantan dan betina yang dikalungkan uang bolong berjumlah 11 (pis bolong solas), kemudian dilepaskan di tengah-tengah Telaga Maya.

Ritual Mapakelem Telaga Maya diikuti semua masyarakat di Desa Pejeng, terdiri dari masyarakat Banjar Guliang, Banjar Intaran, Banjar Puseh dan Banjar Pande.

Ia menyebut, prosesi mapakelem ini bertujuan untuk menetralisir segala wabah penyakit yang ada di Desa Pejeng serta menetralisir energi negatif.

Upacara Mapakelem ini terkait dengan kejadian gaib yang terjadi di halaman pura. Tanah Pura Pusering Jagat sempat terbelah, kemudian mengeluarkan banyak air dan suara gemuruh seperti samudera yang dikhawatirkan menenggelamkan Desa Pejeng,

Kejadian gaib ini sangat berdampak buruk pada kehidupan seluruh masyarakat dan menyebabkan ketakutan yang besar serta menyebarnya wabah penyakit di sekitar masyarakat Desa Pejeng.

“Dengan diadakannya upacara Mapakelem Telaga Maya di Pura Pusering Jagat, keadaan Desa Pejeng menjadi pulih atau kembali membaik sehingga kehidupan masyarakat Desa Pejeng menjadi aman dan tenteram,” paparnya.

astra motor
astra motor
Editor : Nyoman Suarna
#telaga #mapakelem #upacara #maya #Pura Pusering Jagat #gaib #kejadian