BALI EXPRESS - Desa Adat Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali memiliki berbagai keunikan.
Salah satunya, Desa Sembiran memiliki 54 jenis tradisi upacara Panca Yadnya yang diatur di dalam awig-awig desa.
Upacara Panca Yadnya ini sangat mencerminkan kehidupan masyarakat Bali Aga.
Kelian Adat Sembiran, Nengah Arijaya menjelaskan, pelaksanaan beberapa upacara Dewa Yadnya yang dilakukan di masing-masing pura.
Pada saat Purnama Kasa, tepatnya bulan pertama dilaksanakan upacara di Pura Bale Agung selama dua hari.
“Kalau tidak dilakukan pada Purnama Kapat, harus dilakukan pada Purnama Karo bulan kedua. Saat Panglong Ping Pat dilaksanakan upacara Madadia Nyapu di Pura Empu,” kata Arijaya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan upacara Rsi Yadnya yang dilakukan di Desa Adat Sembiran sesuai Awig-awig Desa Adat Sembiran Palet 2 Pawos 47 menyatakan bahwa pelaksanaan upacara Siut dan Bar harus menjalankan Nguya dan Ngejabayang dan Musaban Teruna.
Selanjutnya untuk pelaksanaan Upacara Manusa Yadnya yang dilakukan di Desa Adat Sembiran sesuai dengan Awig-awig Desa Adat Sembiran Palet 4 Pawos 52.
Pawos tersebut menyatakan bahwa masyarakat melaksanakan upacara Magendong-gendongan (metebus belingan), yaitu ketika umur kandungan 5-7 bulan.
Tujuannya untuk mohon keselamatan si bayi dan ibunya.
Kemudian upacara Medapetan (upacara rare embas) yaitu upacara ketika bayi baru lahir.
Dilanjutkan dengan upacara Kepus Wodel (Mesakapan) yaitu upacara kepus pusar, Tutug Kambuhan yaitu upacara pembersihan si ibu, ketika si bayi berumur 42 hari.
Saat itu dilaksanakan upacara Matelubulanan (upacara nyambutin) yaitu upacara setelah bayi berumur 3 bulan.
Dilanjutkan dengan Motonan (nem asih) yaitu upacara setelah bayi berumur 7 bulan kalender (oton).
Ketika memasuki usia akil balik dilaksanakan upacara Ngeraja Singa utawi ngeraja sewala yaitu upacara naik remaja atau dewasa.
Kemudian upacara Metatah (upacara mesangih) yaitu upacara potong gigi dan Pawiwahan yaitu upacara perkawinan
Pada bulan ketiga Panglong Ping Pat harus mengadakan upacara mecaru (kurban) di perempatan dan di Kuta Kurung, dilengkapi dengan tabuh rah tiga kali.
Ketika bulan ke-VII harus mengadakan upacara kurban.
Pada bulan kesembilan warga desa harus mengadakan upacara kurban lagi.
“Upacara ini berhubungan dengan pertanian di Desa Sembiran, disebut Mapinta dengan urutan dimulai dari Mapinta Maabas, Mapinta Nuhtuh, Mapinta Mabinih, Tipat Kelanan, Mapinta Ngalap Jagung dan Mapinta Matuakan,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna