Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lontar Pakem Gama Tiga: Ungkap soal Catur Warna hingga Ajaran Rahasia bagi Pemimpin

I Putu Mardika • Rabu, 7 Februari 2024 | 19:05 WIB
LONTAR: Lontar Pakem Gama Tiga merupakan panduan bagi pemimpin, di samping juga soal Catur Warna dan berbagai jenis pekerjaan. Salah satunya adalah pande, sebagai pekerjaan memiliki kautamaan.
LONTAR: Lontar Pakem Gama Tiga merupakan panduan bagi pemimpin, di samping juga soal Catur Warna dan berbagai jenis pekerjaan. Salah satunya adalah pande, sebagai pekerjaan memiliki kautamaan.

BALI  EXPRESS - Ajaran kepemimpinan tidak hanya ditemukan dalam Lontar Nitipraya, tetapi juga ditemukan dalam Lontar Pakem Gama Tiga.

Uniknya, dalam lontar ini juga ditemukan ajaran konsep Catur Warna, ketuhanan, yadnya hingga urusan pekerjaan.

Dosen Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Nyoman Ariyoga, M.Pd mengungkapkan, Lontar Pakem Gama Tiga juga memaparkan keberadaan kelompok sosial di masyarakat.

Kelompok sosial yang diajarkan dalam Pakem Gama Tiga disebut dengan Catur Warna yang terdiri dari Brahmana, Ksatria, Wesya dan Sudra.

Pembagian kelompok sosial tersebut berdasarkan kemulian jiwa yang dimiliki oleh manusia yang kemudian diterapkan dalam kehidupun bermasyarakat.

Penjelasan tentang ajaran Catur Warna disebutkan dalam Lontar Pakem Gama Tiga 13.b

Dijelaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat terdapat proses yang disebut dengan Karma Wasana.

Maksudnya,  seseorang memiliki tujuan untuk memberikan kebahagian hati orang lain dengan kegiatan yang positip demi terciptanya rasa yang damai pada setiap diri manusia.

Pengetahuan dan tingkah laku manusia dapat dikelompokkan menjadi empat yang disebut dengan Catur Warna, meliputi Brahmana, Ksatriya, Wesya dan Sudra.

Sang Brahmana adalah orang yang memimpin agama. Artinya, Brahmana sebagai simbol Igama.

Ia menambahkan, dalam lontar disebutkan bahwa kehidupan masyarakat Brahmana sebagai jiwa dari masyarakat dan mampu memberikan contoh yang baik dan sebagai tauladan bagi masyarakat.

“Sebab Brahmana adalah individu atau golongan masyarakat yang berkecimpung dalam bidang kerohanian,” ungkapnya.

Selain membahas tentang konsep Catur Warna, Lontar Pakem Gama Tiga juga mengupas tentang jenis-jenis pekerjaan. Beberapa jenis-jenis pekerjaan yang dimaksud dalam Lontar Pakem Gama Tiga seperti bertani, berbudaya, berdagang, arsistek dan pande besi.

Penjelasan tentang jenis-jenis pekerjaan dalam kehidupan, disebutkan  dalam Lontar Pakem Gama Tiga 14b-15a

Lontar Pakem Gama Tiga mengajarkan manusia bekerja untuk penghidupan.

Pekerjaan yang diajarkan meliputi bertani, berbudaya, berdagang, arsistek dan pande besi.

“Semua jenis pekerjaan tersebut merupakan keutamaan dalam ajaran Lontar Pakem Gama Tiga yang bertujuan untuk mendapatkan penghidupan dan penghasilan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Lontar Pakem Gama Tiga juga menguraikan tentang kepemimpinan.

Sebagai seorang pemimpin yang bijaksana, hendaknya memperhatikan kebutuhan masyarakat dari segi kesejahteraan, pekerjaan, kebutuhan makanan dan segala kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas sosial masyarakat.

Pada kutipan lontar dijelaskan pula sifat yang harus dimiliki seorang memimpin masyarakat.

Seorang pemimpin harus memiliki sifat Tribawa atau sifat kemuliaan.

Sifat tersebut terdiri dari bawa yang berarti sinar. Artinya, seorang pemimpin diharapkan mampu bersikap dan mampu memberikan penerangan kepada seluruh masyarakat dalam hal kehidupan sosial.

Sistem pemerintahan diumpamakan seperti sinar yang memiliki pusat dan bersinar hingga ke lapisan yang paling bawah.

Lapisan teratas yang diuraikan dalam Pakem Gama Tiga disebut dengan bupati.

Bupati didukung oleh para patih, punggawa, jajeneng (bendahara), adengadeg (sekretaris), anakṣihin (saksi), amanca-gra (hubungan masyarakat), andan-amacalang (pertahanan sipil), amrabekel (pemimpin desa), anubak (petinggi subak), anglurah (lurah).

Semua lapisan yang ada memiliki tugas tersendiri dalam sistem pemerintahan yang bertujuan memberikan pelayanan kepada semua masyarakat serta memberikan kesejahteraan.

Pemahaman ajaran yang didapat dari kutipan Lontar Pakem Gama Tiga yaitu, dalam ajaran pemerintahan terdapat sebuah pakem atau aturan dalam sistem pemerintahan.

Lontar Pakem Gama Tiga menegaskan, untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki tiga sifat kemuliaan yang disebut dengan Tribawa.

“Ajaran Lontar Pakem Gama Tiga juga memberikan ajaran kepada masyarakat yang menjadi pemimpin agar selalu bekerja dengan baik demi kesejahteraan rakyat,” katanya.***

Editor : Nyoman Suarna
#pemimpin #lontar #Catur Warna #Pakem Gama Tiga